Seusai ”Menyihir” Dunia, Pesona Bali Kini Diuji

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

Bali selalu punya daya tarik tersendiri, bak surga yang jatuh ke tanah Indonesia. Tak heran, ”Pulau Dewata” diakui sebagai destinasi terbaik di panggung dunia setelah meraih label prestisius dari Tripadvisor. Namun, predikat itu bukan sekadar gelar belaka. Ada tanggung jawab besar sekaligus pembuktian yang perlu ditunjukkan setelahnya.

Terbaru, Tripadvisor menobatkan Bali sebagai destinasi terbaik dari yang terbaik pada 2026. Pengakuan ini merupakan Penghargaan berdasarkan Pilihan Para Pelaku Perjalanan bertajuk ”Best of the Best Destinations” atau Travelers’ Choice Best of The Best Destinations.

Sebagai informasi, Tripadvisor merupakan platform pemandu perjalanan yang membantu pelaku perjalanan atau traveler menyusun rencana perjalanan, mulai dari pemesanan hingga ulasan destinasi pariwisata.

Baca JugaPasar Tradisional Badung yang Terus Bertahan 

Penghargaan Tripadvisor meliputi beberapa kategori, antara lain destinasi terbaik, destinasi terpopuler (trending destinations), destinasi budaya, destinasi kuliner, destinasi bulan madu, dan destinasi perjalanan mandiri (solo travel destinations).

”Dari kota-kota ikonik, seperti Bangkok (Thailand) dan London (Inggris) hingga hub-hub kebudayaan, pantai-pantai yang tenang, dan gerbang romantik melewati Madeira, Singapura, Bali. Lebih dari itu, destinasi terbaik dari yang terbaik ini menunjukkan tempat-tempat yang membuat tiap perjalanan tak terlupakan,” tutur Chief Communications Officer Tripadvisor Group Laurel Greatrix, di Needham, Massachussets, Amerika Serikat, Selasa (13/1/2026), dikutip dari siaran pers Tripadvisor.

Sebagai destinasi pariwisata terbaik di dunia pada 2026, Bali disebut-sebut sebagai kartu pos yang nyata karena keindahan lanskap dan pantai-pantai berpasir putihnya. Pengunjung dapat mengeksplorasi ragam panorama terbaik dengan pelayanan tak terlupakan, mulai dari petualangan alam di gunung hingga laut.

Menyusul Bali, ada Kota New York (Amerika Serikat/AS), London, Dubai (Uni Emirat Arab), Paris (Perancis), Roma (Italia), dan Bangkok yang masuk dalam daftar destinasi terbaik dunia pada tahun ini. Mereka merupakan kota-kota ikonik yang menawarkan pengalaman kebudayaan yang mendalam.

Keindahan dan keramahan Bali juga membawa pengakuan sebagai destinasi terbaik untuk berbulan madu. Pulau Dewata dianggap sebagai tempat tujuan paling romantis di dunia dengan pesona kepulauan tropisnya.

Baca JugaIndustri Wisata Domestik Siapkan Program dan Perkuat Konektivitas Penerbangan Internasional

Bali juga masuk dalam jajaran destinasi terbaik untuk perjalanan tunggal atau solo travel. Posisinya ada di peringkat sembilan, tepat di antara Madrid (Spanyol) dan Cape Town Central (Afrika Selatan). Bali juga bertengger pada peringkat 10 destinasi budaya terbaik, serta masuk dalam 20 kota paling populer di dunia.

Travelers’ Choice Best of The Best Destinations pada 2026 ditentukan berdasarkan kualitas dan kuantitas ulasan. Secara rinci, tiap subkategori penghargaan dinilai dari aspek akomodasi, restoran, serta kegiatan yang bisa dilakukan di tiap destinasi. Penilaian ini dihitung berdasarkan jawaban para traveler secara global di Tripadvisor antara 1 Oktober 2024 dan 30 September 2025.

Sebelumnya, Tripadvisor telah menyematkan Bali sebagai destinasi turis terbaik kedua (runner-up) pada 2025. Bali masih bersaing ketat dengan ikon-ikon wisata populer lainnya, seperti Paris dan Roma.

Penghargaan dari Tripadvisor termasuk yang prestisius di industri pariwisata, mengingat platform tersebut telah mendunia sebagai rujukan para pelancong global. Indikator penilaiannya selalu diperbarui berdasarkan kuantitas dan kualitas ulasan pengguna platform. Peringkat yang tinggi menunjukkan kepuasan tinggi dari tamu, yang pada akhirnya membentuk kredibilitas suatu destinasi.

Penuh harmoni

Gelar Bali sebagai destinasi terbaik dunia semakin memperkuat posisinya di kancah internasional. Apalagi, peringkat pertama dalam Travelers’ Choice Best of The Best Destinations menjadi yang pertama kali bagi Bali, setelah selama ini konsisten masuk dalam jajaran 10 besar.

”Terpilihnya Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia versi Tripadvisor menunjukkan bahwa Bali masih jadi magnet pariwisata dunia,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana melalui siaran persnya.

Baca JugaWisatawan Lokal Mulai Menggeser Bali dari Destinasi Liburan

Penghargaan ini diharapkan mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Wisatawan berkualitas pun diharapkan lebih banyak datang ke Indonesia.

”Ke depan, kami ingin memastikan Bali terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang memberi manfaat bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan menginspirasi dunia,” kata Widiyanti.

Ia mengatakan, Bali lekat dengan keindahan alam yang berpadu dengan kekayaan budaya lokal, seni, tradisi, dan upacara keagamaan yang terus dilestarikan masyarakat. Tidak hanya memanjakan mata, Bali juga menyuguhkan kedalaman makna bagi para pengunjungnya.

Secara terpisah, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani mengemukakan, penghargaan untuk Bali ini menunjukkan semua orang perlu merawat Pulau Dewata sebaik-baiknya.

”Sebenarnya Bali itu perlu juga ditingkatkan kualitas infrastruktur, keamanan, kenyamanan, dan sebagainya. Mau enggak mau, Bali harus di-positioning semakin naik dari sisi tarif secara perlahan supaya jadi destinasi yang memang bagus,” tuturnya.

Baca JugaKemacetan di Balik Isu Menurunnya Wisatawan Domestik ke Bali 

Jika ingin menempatkan Bali sebagai pusat wisata Indonesia, aspek tata ruang perlu ditinjau dan ditata. Saat ini, Bali dinilai sudah terlalu padat karena minimnya kontrol. Penataan Bali sebagai destinasi berkualitas perlu diperbaiki dari berbagai sisi, seperti kebersihan dan tata ruang.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah pemerataan turis. Saat ini, destinasi masih cenderung terpusat di beberapa tempat di bagian selatan. Pengembangan ke arah Bali bagian utara, misalnya, perlu ditindaklanjuti agar tidak sekadar berujung wacana dan distribusi turis bisa lebih merata.

Persoalan yang mendera Bali, termasuk isu antara warga lokal dan pendatang dari daerah lain, juga perlu diatasi. Isu seperti ini perlu ditelusuri akar masalahnya dan tidak ditangani dengan reaktif.

”Bagaimanapun pariwisata itu universal. Penduduk Bali tidak hanya kesal dengan pendatang lokal saja, mereka juga kesal dengan turis-turis, seperti dari Rusia, yang mengambil nafkah mereka. Ini yang mesti dilihat akar masalahnya, itu yang harus diselesaikan pemerintah setempat,” ujarnya.

Pemerintah pusat juga dituntut ambil andil dalam penanganan isu lainnya, seperti masalah sampah yang belum jelas pengelolaannya.

Predikat destinasi terbaik adalah dambaan, tetapi juga beban untuk menunjukkan, mewujudkan, menjaga, dan meningkatkan terus kualitasnya.

Hariyadi mengingatkan bahwa Bali juga berpeluang sebagai pintu masuk utama ke daerah-daerah lain. Hal ini sangat memungkinkan sepanjang promosi pariwisata efektif. Dengan demikian, turis tahu destinasi mana lagi yang bisa dikunjungi di Indonesia setelah dari Bali.

Saat ini, ujar Hariyadi, pihaknya tengah merencanakan Jambore Paralayang yang akan dimulai dari Jakarta, berlanjut ke Garut, Yogyakarta, Malang, dan berakhir di Bali. Kegiatan ini rencananya diadakan pada Agustus atau September 2026 dan diharapkan membuka mata para turis bahwa masih banyak daerah yang perlu dijelajahi di Indonesia, bukan hanya Bali.

Dambaan sekaligus beban

Pandangan serupa juga dikemukakan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Bali, I Nyoman Darma Putra. Menurut dia, penghargaan dari Tripadvisor bagi Bali itu bisa dilihat dari dua sisi.

Pertama, Bali masih dipercaya wisatawan mancanegara sebagai destinasi yang baik di antara destinasi hebat lainnya. Kedua, prestasi ini perlu menjadi pemacu Bali untuk berbenah karena banyak masalah di depan mata yang harus diperbaiki.

Beberapa di antaranya isu sampah, kemacetan lalu lintas, fasilitas publik termasuk untuk pedestrian di daerah wisata, serta pembangunan fasilitas pariwisata yang tak terkontrol.

”Termasuk juga yang perlu dibenahi adalah penegakan hukum sehingga pembangunan yang terjadi akibat kemajuan industri pariwisata tidak menjadi bumerang terhadap sektor jasa ini,” tutur Darma.

Baca JugaDaya Beli Masih Loyo, Piknik Murah Jadi Pilihan Libur Natal dan Tahun Baru

Julukan destinasi terbaik dunia bagi Bali secara tidak langsung akan memikat banyak wisatawan. Maka, apa yang dijanjikan perlu selaras dengan yang disajikan. Jangan sampai wisatawan kecewa menjejakkan kaki di Bali karena beragam persoalan yang tidak teratasi.

”Predikat destinasi terbaik adalah dambaan, tetapi juga beban untuk menunjukkan, mewujudkan, menjaga, dan meningkatkan terus kualitasnya,” ucap Darma.

Bali punya cara untuk ”menyihir” siapa pun yang datang. Namun, pesona saja tak lagi cukup. Popularitas yang mendunia membawa ujian baru bagi Bali. Predikat destinasi terbaik di dunia hanyalah titik awal, tanggung jawab yang menyertai berikutnya jauh lebih besar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dishub DKI Jakarta Bakal Terapkan Rekayasa Lalin di Kota Tua Hingga Pertengahan Februari, Ini Alasannya
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Lulusan Universitas Siber Asia Didorong Jadi Inovator Masa Depan
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Liga Italia: Gol Tunggal Pemain Jerman Bawa AC Milan Tekuk Lecce
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Jeje Siapkan Rp 25 Miliar Rehab Sekolah Rusak di Bandung Barat, Begini Konsepnya
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tak Kunjung Hamil Setelah Setahun Menikah, Waspadai Infertilitas Pria
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.