Geopolitik AS Guncang Energi Global, Saham CPO dan Batu Bara Berpotensi Diuntungkan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Langkah geopolitik Amerika Serikat (AS) di sektor energi dinilai berpotensi memicu arus masuk ke saham energi dan logistik.

Geopolitik AS Guncang Energi Global, Saham CPO dan Batu Bara Berpotensi Diuntungkan. (Foto: Unsplash)

IDXChannel - Langkah geopolitik Amerika Serikat (AS) di sektor energi dinilai berpotensi memicu arus masuk ke saham energi dan logistik.

Sucor Sekuritas menilai, dalam riset yang terbit pada 15 Januari 2026, manuver Washington di Venezuela dan meningkatnya tensi dengan Iran bukan sekadar isu politik, melainkan strategi besar yang berdampak langsung ke pasar komoditas global.

Baca Juga:
IHSG Awal Pekan Diproyeksi Fluktuatif, Empat Saham Ini Jadi Sorotan Analis

AS dilaporkan telah mengamankan kendali atas cadangan minyak Venezuela dan masih terus menekan Iran.

Menurut Sucor Sekuritas, langkah ini mengarah pada upaya membatasi akses China terhadap minyak murah, mengingat China merupakan pembeli terbesar minyak Venezuela dan Iran.

Baca Juga:
Trump Borong Obligasi Rp1,67 Triliun, Termasuk Netflix dan Warner Bros

Selain itu, strategi tersebut juga bertujuan menahan laju de-dolarisasi yang berpotensi melemahkan posisi dolar AS sebagai mata uang cadangan global, sekaligus memperkuat daya tawar AS terhadap China dalam isu mineral kritis, seperti logam tanah jarang (rare earth).

Dari sisi kawasan, langkah AS di Venezuela dinilai sebagai upaya menekan pengaruh China di Belahan Barat.

Baca Juga:
Wall Street Pekan Ini, Musim Laporan Keuangan hingga Independesi The Fed Jadi Sorotan

Sepanjang 2000-2023, Venezuela tercatat menerima sekitar USD106 miliar pinjaman dan dukungan keuangan dari China, terutama di sektor minyak dan strategis.

Ketergantungan ini memicu kekhawatiran Washington terhadap ancaman kepentingan dan keamanan regional AS.

Sementara itu, risiko konflik AS-Iran dinilai jauh lebih sensitif bagi pasar global. Iran berada di dekat Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia.

Bahkan ancaman konflik saja telah membuat perusahaan pelayaran menghindari kawasan tersebut, mendorong kenaikan biaya angkut dan premi asuransi perang, sekaligus menopang harga minyak.

Bagi pasar Indonesia, Sucor Sekuritas menilai saham produsen minyak sawit mentah (CPO) dan batu bara dapat menjadi proksi terhadap pergerakan harga minyak, mengingat tingginya korelasi historis.

Minimnya emiten minyak dan gas di bursa membuat investor cenderung melirik dua sektor tersebut sebagai alternatif eksposur energi.

Dukungan tambahan juga datang dari kebijakan domestik. Program mandatori biodiesel B50 ke depan dinilai akan menopang harga CPO, sekaligus menekan impor solar dan menjaga stabilitas rupiah.

Dalam riset tersebut, Sucor Sekuritas menetapkan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebagai pilihan utama di sektor batu bara dengan target harga Rp30.100. Di sektor CPO, saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga dinilai menarik, meski seluruhnya masih berstatus non-rated. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan Sunyi Islam Politik
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Manfaat Air Beras dan Air Kelapa untuk Kulit
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
2 Keluarga Kru Pesawat ATR 42-500 Serahkan Sampel Antemortem
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penyebab IHSG Bergerak Volatil Meski Berulang Kali Cetak Rekor ATH
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Menhan Lantik 12 Tenaga Ahli, Ada Noe Letto hingga Anak Hotman Paris
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.