Jakarta, VIVA – Nama Marcello Tahitoe atau Ello ikut terseret dalam perbincangan publik menyusul ramainya buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Sebagai salah satu mantan kekasih Aurelie, Ello pun tak luput dari pertanyaan publik yang ingin mengetahui pandangannya terkait buku memoar yang memicu diskusi luas tersebut.
Namun, berbeda dari spekulasi yang berkembang, Ello memilih merespons dengan sikap tenang dan singkat. Musisi yang kini telah berkeluarga itu menegaskan tidak ingin larut dalam polemik. Baginya, masa lalu sudah selesai, sementara prioritas utamanya saat ini adalah keluarga kecilnya yakni istri dan anak-anaknya. Scroll le bawah untuk simak artikel selengkapnya.
- W3B Selfcare.
“Saya cuma mau bilang selamat atas rilis karya literasinya, luar biasa diterima apresiasinya. Sekarang saya mau pulang ketemu sama istri dan anak saya,” ujar Ello yang dikutip dari tayangan YouTube pada Senin, 19 Januari 2026.
Pernyataan singkat tersebut mencerminkan posisi Ello yang tidak ingin memperpanjang isu maupun memberi komentar yang berpotensi ditafsirkan ke arah lain. Sikapnya justru menuai respons positif dari warganet yang menilai Ello bersikap dewasa dan profesional dalam menyikapi masa lalu.
Sejumlah komentar netizen pun bermunculan di media sosial, memuji cara Ello merespons situasi tersebut.
“Gentleman..”
“Gentle.... good answer.”
“Keren lo Ello ,,????????gak penting yg penting anak istri.”
“Sikap nya bgus banget sihh, dia profesional. Itu masa lalu juga. Gak kayak si ono, malah ngajakin kumon.”
Sementara itu, buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans sendiri terus menjadi bahan perbincangan. Buku tersebut bukan sekadar catatan perjalanan hidup, melainkan ruang refleksi personal bagi Aurelie untuk berdamai dengan pengalaman masa lalunya. Ia menegaskan bahwa karyanya tidak dibuat untuk memancing konflik atau sensasi.
“Ceritanya sudah aku simpan di kepala dan hati bertahun-tahun, tapi menulisnya sendiri aku lakukan secara intens dalam beberapa bulan. Aku nulis pelan-pelan, satu per satu, karena aku ingin setiap bagian ditulis dengan jujur dan hati-hati, bukan sekadar cepat selesai,” ungkap Aurelie saat dihubungi oleh awak media.





