Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih atau net buy Rp 975 miliar saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru di level 9.075 pada perdagangan Kamis (15/1). Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi yang paling banyak diborong investor asing.
Berdasarkan data Stockbit, investor asing melakukan beli bersih di saham BBRI mencapai Rp 426,65 miliar dan PTRO sebesar Rp 211,14 miliar. Pada perdagangan Kamis (15/1), harga saham BBRI naik 2,69% menjadi Rp 3.820, sedangkan PTRO terdongkrak 4,03% ke level 12.900.
Di sisi lain, investor asing terpantau melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) masing-masing Rp 276,4 miliar dan Rp 116,87 miliar. Harga saham BUMI turun 2,84%, sedangkan NCKL naik 0,71% pada perdagangan Kamis (15/1).
IHSG ditutup mencetak rekor baru atau naik 0,47% ke 9.075 pada perdagangan saham Kamis (15/1). Sebanyak 339 saham menguat, 331 saham terkoreksi, dan 133 saham tidak bergerak.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham hari itu mencapai Rp 28,11 triliun dengan volume 50,61 miliar saham dan frekuensi sebanyak 3,37 juta kali. Adapun kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp 16.542 triliun.
Meski banyak dilepas asing, saham BUMI paling banyak diperdagangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,72 triliun. Di posisi kedua, ada saham BBRI dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,52 triliun, dan BBCA Rp 1,22 triliun.
Investor domestik masih menguasai transaksi saham pada Kamis (15/1) yang mencapai 71% dari total transaksi. Investor asing mencatatkan transaksi beli Rp 8,68 triliun dan transaksi jual Rp 7,73 triliun.
Berikut 10 saham yang paling banyak diborong asing saat IHSG mencetak rekor pada Kamis (15/1):
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 426,65 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 211,14 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 208,75 miliar
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 121,92 miliar
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 94,53 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 73,01 miliar
- PT Derma Hanwa Tbk (DEWA) Rp 7245 miliar
- PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA) Rp 68,21 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 58,36 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 45,5 miliar



