DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah warga mengaku kerap melihat mobil atau truk gagal menanjak di tanjakan Jalan Raya Muchtar dekat Simpang Tugu Batu, Sawangan, Kota Depok.
“Kalau setiap hari gak gitu yakin, tapi lima kali dalam seminggu kayaknya ada,” ucap salah seorang juru parkir bernama Yayat saat ditemui di lokasi, Minggu (18/1/2026).
Biasanya, insiden gagal menanjak terjadi saat jam sibuk berangkat atau pulang kerja. Pada saat itu, lalu lintas padat dan macet sehingga pengendara sulit menghindari tanjakan yang akrab disebut “Tanjakan Yapan”.
Baca juga: Meski Dilarang, Pemasangan Antena BTS di Masjid Perumahan Kelapa Gading Tetap Dilakukan
Meski demikian, sebagian besar insiden tidak menimbulkan benturan dengan kendaraan lain, hanya mengganggu arus lalu lintas.
“Gak selalu kecelakaan, kadang kondisinya kayak mesin mobil mati kalo manual. Jadinya nanti mobil lama tuh geraknya karena berhenti di tanjakan,” ujar Yayat.
Tak berbeda jauh, warga lain bernama Ridho menyebutkan, penyebab truk gagal menanjak di tanjakan itu karena kondisi muatan yang berlebih.
Oleh karena itu, sempat diberlakukan aturan truk dilarang melintas pada jam tertentu.
“Dulu tuh ada aturan truk enggak bisa lewat sini setiap pagi biar enggak barengan sama mobil motor. Jadi enggak kejadian tuh nabrak-nabrak,” jelas Ridho.
Pantauan Kompas.com di lokasi, tanjakan ini berada di antara SMA Yapan Depok dan Simpang Tugu Batu.
Baca juga: Fakta-fakta 2 Pria Masturbasi di Bus Transjakarta: Baru Kenal 3 Hari dan Sudah Janjian
Tanjakan ini memiliki panjang sekitar 70-80 meter dengan lebar jalan 8-10 meter.
Dari arah Bojongsari menuju Margonda, bentuk tanjakan ini disertai belokan ke kiri. Meski kemiringannya tidak tergolong curam, beban tanjakan terasa cukup berat, terutama di bagian patahan jalan sebelum belokan.
Hal itu dirasakan saat Kompas.com mencoba melintasi tanjakan dengan berjalan kaki. Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua dan mobil melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat melewati lokasi tersebut.
Sementara itu, bus dan truk terdengar mengeluarkan deru mesin yang cukup keras, seolah bekerja ekstra untuk dapat melewati tanjakan.
Meski permukaan jalan tergolong mulus, masih ditemukan bagian badan jalan yang bergelombang. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat arus lalu lintas sedang padat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


