Lagu “Jangan Tunggu Lama-Lama” kembali mencuri perhatian publik setelah ramai digunakan sebagai latar musik berbagai konten di media sosial. Popularitasnya meningkat seiring viralnya tren “Januari J-nya Apa?” di platform TikTok.
Kembali populernya lagu lawas ini menunjukkan bahwa karya musik dari era sebelumnya masih bisa relate dengan kondisi emosional masyarakat saat ini. Fenomena tersebut turut mendorong minat audiens untuk memahami makna lagu yang terkandung di dalamnya.
Pencipta Lagu ‘Jangan Tunggu Lama-Lama’“Jangan Tunggu Lama-Lama” merupakan lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi dangdut legendaris Cici Paramida. Lagu ini dirilis pada era 1990-an dan menjadi salah satu karya ikonik dalam perjalanan musik dangdut Indonesia.
Lagu tersebut diciptakan oleh Munif Bahasuan bersama J. Lahji. Liriknya disusun dengan bahasa sederhana, namun mampu menyampaikan pesan emosional yang kuat dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Popularitas lagu “Jangan Tunggu Lama-Lama” kembali meningkat setelah banyak digunakan sebagai latar musik konten di TikTok. Lagu ini kerap mengiringi video bertema hubungan, harapan, dan penantian.
Secara umum, makna lagu “Jangan Tunggu Lama-Lama” menyampaikan pesan tentang pentingnya ketegasan dalam urusan cinta agar tidak kehilangan kesempatan.
Liriknya menggambarkan perasaan seorang perempuan yang telah memberikan harapan dan perasaan sepenuh hati. Namun, penantian yang berkepanjangan membuatnya lelah karena tidak kunjung mendapatkan kepastian.
Lagu ini juga memberikan peringatan tersirat kepada pendengar bahwa menunggu seseorang terlalu lama dapat berujung pada penyesalan ketika orang yang dicintai akhirnya berpaling.
Meski dirilis pada era 1990-an, makna lagu “Jangan Tunggu Lama-Lama” tetap relate hingga saat ini, dimana banyak hubungan yang berjalan tanpa kejelasan arah dan status.
Lirik Lagu Jangan Tunggu Lama-Lama – Cici ParamidaApabila engkau berjumpa
Dengan seorang dara
Yang banyak memberi harapan
Dengan sepenuh jiwa
Jangan biarkan aku menunggu
Janganlah sampai engkau berlalu
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama
Aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama
Aku diambil orang
Sesal dan kesal engkau jadinya
Bila diriku dirayu orang
Ke mana aku akan mencari
Bila dirimu melangkah pergi
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama
Aku diambil orang
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama
Aku diambil orang
Apabila engkau berjumpa
Dengan seorang dara
Yang selalu banyak meminta
Tiada menimbang rasa
Jangan biarkan aku menunggu
Janganlah sampai engkau berlalu
Jangan tunggu lama-lama
Nanti lama-lama
Aku diambil orang
Cici Paramida tumbuh dan besar di lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia musik. Ibunya dikenal sebagai penyanyi musik gambus dan qasidah, sehingga sejak kecil Cici telah akrab dengan nuansa musik religi dan tradisional.
Perempuan berdarah Mandar ini merupakan putri dari pasangan HM Idris Makmun dan Hj. Rosnaeni. Saat masih anak-anak, Cici sempat tergabung dalam grup musik qasidah bersama keluarganya, yang menjadi fondasi awal perjalanan bermusiknya.
Selain ‘Jangan Tunggu Lama-Lama’, Nama Cici Paramida mulai dikenal luas setelah merilis lagu “RT.05/RW.03”. Popularitasnya semakin meningkat lewat lagu “Wulan Merindu” yang melambungkan namanya sebagai penyanyi dangdut papan atas.
Cici memilih jalur musik dangdut karena dianggap memiliki kedekatan dengan gambus dan qasidah. Pilihan tersebut membuat karakter musiknya memiliki warna yang khas dibandingkan penyanyi dangdut lain pada masanya.
Sepanjang kariernya, Cici telah menghasilkan lebih dari 10 album. Empat di antaranya merupakan album bernuansa religius, yang menunjukkan konsistensinya mengangkat tema spiritual dalam karya musiknya.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/781147/original/044388500_1418704176-tidung-5.jpg)