Posko Tompo Bulu Jadi Perhatian Pusat, Pembantu Presiden Tinjau Langsung Perkembangan Evakuasi Korban ATR 42-500

fajar.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Kabasarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dijadwalkan hadir di posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, pada Senin (19/1/2026) pagi.

Kedatangan para pembantu Presiden Prabowo ini dalam rangka mengecek lebih jauh perkembangan evakuasi korban dan serpihan pesawat ATR 42-500.

“Kabasarnas, Menhub, Gubernur dan Forkopimda jam 7.30 (19/1/2026) menuju posko Tompo Bulu,” tulis Humas Basarnas Makassar, Meliyana kepada awak media dalam keterangan tertulisnya.

Pantauan di lokasi, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, terlihat datang lebih dulu.

Yusran tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 Wita. Kapolres Pangkep, AKBP Muhammad Husni Ramli, juga nampak sudah berada di posko AJU.

Adapun, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko dan Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo telah tiba di lokasi sekitar satu jam sebelumnya.

Sebelumnya diberitakan, Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, melepas tim gabungan yang bakal mengevakuasi satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di lereng gunung Bulusaraung, Pangkep, Senin (19/1/2026).

Bersama dengan Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, Andi Sultan memberikan pembekalan terlebih dahulu kepada tim yang dipimpin warga bernama Arman (38).

Pembekalan itu diberikan Andi Sultan dalam apel pagi sekaligus pengecekan jumlah personel gabungan sekitar pukul 07.30 Wita.

Dikatakan Andi Sultan, sesuai hasil rapat pada Minggu (18/1/206) malam, kali ini pihaknya akan menempuh jalur darat dalam melakukan evakuasi.

Fokusnya, jasad korban yang ditemukan Arman bersama dua rekannya pada Minggu kemarin.

“Jalur ini (sesuai) petunjuk dari masyarakat. Yang bisa mengakses tempat ditemukannya korban kemarin,” ujar Andi Sultan kepada awak media di posko AJU, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci.

Lanjut dia, 34 personel gabungan yang diberangkatkan (mengalami tambahan empat orang), akan kembali mencoba mengangkat korban.

“Jadi kita mengambil opsi melakukan evakuasi melalui jalur masyarakat, jalur darat. Ada 34 orang yang berangkatkan,” Andi Sultan menuturkan.

“Selain melakukan pencarian (korban lain), juga melakukan evakuasi,” tambahnya.

Andi Sultan bilang, hingga saat ini karena kondisi cuaca masih ekstrem, baru satu korban yang berhasil ditemukan.

(Kondisi medan) Ini memang jarang dilalui masyarakat dan tidak ada perkebunan di situ. Maka dari itu jalur yang kita ambil ini memang cukup ekstrem untuk melakukan evakuasi,” kuncinya.

(Muhsin/fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lebih dari Sepekan Kudus Terendam Banjir, 2.211 Warga Mengungsi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pilkada e-Voting Diusulkan, DPR Ingatkan Risiko Pengamanan Teknologi
• 7 jam laludisway.id
thumb
Danantara Jelaskan Strategi Kelola US$1 Triliun di WEF
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kunjungi Inggris, Prabowo Jajaki Kerja Sama Produksi Kapal Nelayan hingga Konservasi Gajah
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Dasco: Revisi UU Pilkada Tak Masuk Agenda Prolegnas Tahun Ini
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.