Lebih dari Sepekan Kudus Terendam Banjir, 2.211 Warga Mengungsi

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kudus: Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak 9 Januari 2026 membuat ribuan warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga Senin, 19 Januari 2026, tercatat 2.211 warga masih bertahan di berbagai tempat pengungsian.

"Banjir menggenangi 38 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Sebanyak 852 kepala keluarga (KK) atau 2.222 jiwa memilih meninggalkan rumah mereka," ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji, Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga :

Banjir Pekalongan: Perjalanan 23 KA di Daop 4 Masih Dibatalkan

Ia menjelaskan terdapat 12 titik pengungsian yang disediakan pemerintah daerah. Lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aula DPRD Kabupaten Kudus yang menampung 364 KK atau 912 jiwa. Kemudian di Balai Desa Jati Wetan terdapat 49 KK atau 151 jiwa yang mengungsi.

"Gedung Muslimat NU Loram Kulon menampung 154 KK atau 407 jiwa. Selanjutnya, GKMI Tanjungkarang digunakan sebagai tempat pengungsian bagi 30 KK atau 93 jiwa. Balai Desa Karangrowo menampung 46 KK atau 103 jiwa. SD 1 Payaman menampung 76 KK atau 213 jiwa," ujar Munaji.

Selain itu, Balai Desa Gulang menampung 82 KK atau 218 warga. Pengungsian di Gedung DPC PDIP tercatat 44 KK atau 92 jiwa, Balai Desa Tanjungkarang 2 KK atau 6 jiwa.

"Pustu Tanjungkarang digunakan untuk pengungsian 4 KK atau 11 jiwa. Balai Desa Jepang Pakis menampung 1 KK atau 5 jiwa, dan TK Pertiwi Balai Desa Kesambi menampung 1 KK atau 3 jiwa," ungkap dia.


?Warga Kudus korban banjir di pemgungsian. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.

Munaji menambahkan, beberapa desa telah dinyatakan surut. Di Kecamatan Kota, genangan di Desa Singocandi telah mengering. Di Kecamatan Bae, Desa Gembiraloka juga surut meski masih menyisakan genangan di area persawahan.

Kemudian, di Kecamatan Kaliwungu, wilayah yang telah pulih meliputi Desa Sidorekso, Papringan, Gamong, Prambatan Kidul, dan Kaliwungu. Sementara di Kecamatan Jekulo, genangan di Desa Hadipolo telah surut. Di Kecamatan Jati, Desa Pasuruhan Lor juga dilaporkan mulai normal.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, pemerintah bersama relawan mendirikan 20 dapur umum di berbagai lokasi strategis. Yakni di Balai Desa Gulang, Balai Desa Jati Wetan, GKMI Tanjungkarang, rumah Kepala Desa Tenggeles, rumah Bapak Jasari di Golantepus, dan Balai Desa Ngemplak.

Dapur umum lainnya berada di Balai Desa Wates, Bulungcangkring, Bulungkulon, Pladen, serta Kantor Dinas Sosial. Bantuan logistik terus disalurkan sambil menunggu banjir benar-benar surut.

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Chile Tetapkan Status Darurat Bencana usai Kebakaran Hutan Tewaskan 18 Orang
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imigrasi Tangkap 27 WNA Sindikat Love Scamming Internasional di Tangerang
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Rayakan Ultah Gempi, Milkita Milky Bar Tegaskan Komitmen Kebersamaan Keluarga Indonesia
• 3 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Guru Ungkap Chromebook Bantuan Nadiem Tak Terpakai dan Rusak Massal di Tarakan
• 28 menit laluokezone.com
thumb
Kalahkan Maroko, Senegal Juara Piala Afrika 2025
• 9 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.