Rusia akan meluncurkan satelit untuk mengalahkan Starlink milik Elon Musk. Hal ini disampaikan oleh Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov menyatakan akan ada lebih dari 300 satelit yang diluncurkan ke orbit pada 2027.
Bakanov juga sudah menayangkan Channel One, terminal yang dirancang Rusia untuk akses internet broadband satelit. Ia mengatakan bahwa terminal ini akan memungkinkan pengguna di mana pun di seluruh dunia untuk bisa terhubung.
Kepala Badan Antariksa Rusia menambahkan bahwa produksi massal perangkat keras akan dimulai sebelum akhir tahun ini. Nantinya konstelasi satelit orbit rendah itu dapat memastikan bahwa sistem Rusia atau Rassve beroperasi dan berfungsi pada tahun depan.
“Sangat penting untuk menyediakan konektivitas ke seluruh wilayah yang tidak terjangkau oleh jaringan komunikasi terestrial,” kata Bakanov dikutip dari Big News Network, Minggu (18/1)
Hal itu akan menjadi pesaing Starlink yang kini menyediakan internet berkecepatan tinggi melalui jaringan satelit terbesar di dunia dengan lebih dari 9.000 satelit di orbit rendah bumi.
Layanan Starlink diluncurkan pada 2020 dan kini telah memiliki sembilan juta pengguna di lebih dari 150 negara dan wilayah. Namun, layanan ini belum tersedia secara resmi di Rusia.
Pada November 2025, Kepala Komite Kebijakan Informasi Parlemen Rusia Sergey Boyarsky mengatakan bahwa konstelasi satelit orbit rendah bumi itu akan menjadi respons Moskow terhadap sistem Starlink Amerika.
Proyek yang dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan yang berbasis di Moskow kemungkinan akan menyebabkan terhentinya penyediaan komunikasi ke wilayah terpencil Rusia. Otoritas Rusia juga berencana menyediakan akses ke Rassvet kepada negara-negara sekutunya.
Terlebih lagi, selama ini Starlink telah memainkan peran kunci bagi pasukan Ukraina dalam konflik dengan Rusia. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengkoordinasikan operasi, melakukan pengawasan, dan mengoperasikan sistem drone.
Menurut otoritas Kiev, Ukraina telah menerima lebih dari 50 ribu terminal Starlink sejak 2022. Musk pada tahun lalu juga menyebut internet satelitnya sebagai tulang punggung tentara Ukraina. Musk juga mengklaim bahwa seluruh lini depannya akan runtuh jika satelit itu berhenti beroperasi.
Para pejabat di Moskow berulang kali menyatakan tentang persenjataan teknologi tersebut. Sementara militer Rusia telah mengembangkan cara-cara peperangan elektronik yang efektif untuk mengganggu sinyal Starlink.



