Gunung Api Ile Lewotolok Terus Aktif, Dua Kali Erupsi Pada Senin Pagi

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Flores Timur

Aktivitas vulkanik Gunung Api Ile Lewotolok yang terletak di bagian utara Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus meningkat. Pada Senin pagi, 19 Januari 2026, gunung berapi ini tercatat mengalami dua kali erupsi, yang semakin mempertegas kenaikan statusnya menjadi Level III (Siaga).

Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 06:18 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak (1.823 meter di atas permukaan laut). Kolom abu yang teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas sedang, dan condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi sekitar 48 detik.

Erupsi kedua terjadi pada pukul 08:59 WITA, dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak (1.923 meter di atas permukaan laut). Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, bergerak ke arah timur. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 21,4 mm dan durasi sekitar 1 menit 15 detik.

Kenaikan status Gunung Ile Lewotolok dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) diumumkan pada Minggu, 18 Januari 2026, setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa aktivitas gunung menunjukkan peningkatan tajam.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Sehubungan dengan status Level III, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengurangi potensi bahaya:

1. Warga dan wisatawan di sekitar Gunung Ile Lewotolok diminta untuk tidak memasuki area dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas vulkanik, guna menghindari potensi bahaya.

2. Waspadai potensi ancaman guguran lava, longsoran, dan awan panas, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

3. Penggunaan masker pelindung mulut dan hidung sangat dianjurkan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung untuk mencegah gangguan pernapasan (ISPA), serta melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik. Warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari kontaminasi abu.

Pihak berwenang mengingatkan agar masyarakat tetap memantau perkembangan informasi dari PVMBG dan tetap waspada terhadap potensi bahaya lainnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sebelum Terbang ke London, Ini yang Dibahas Prabowo dan Dasco di Lanud Halim
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Sparta Menangi Derbi Rotterdam atas Feyenoord, PSV Makin Kokoh di Puncak Liga Belanda
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pompa Dikerahkan untuk Sedot Banjir di Tol Bandara Soetta
• 14 jam laludetik.com
thumb
Sains Membuktikan Manifestasi Bukan Mimpi di Siang Bolong
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penerimaan Cukai Anjlok, Target 2026 Ambisius, Purbaya Bakal 'Legalisasi' Rokok Ilegal
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.