Profil Indonesia Air Transport, Pemilik ATR 42-500 yang Hilang di Sulsel

katadata.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar yang dilaporkan hilang kontak saat melintasi perbatasan Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1), diketahui dioperasikan oleh PT Indonesia Air Transport (IAT). Perusahaan jasa penerbangan sewa atau charter ini telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari lima dekade.

Dikutip dari situs resmi perusahaan, Indonesia Air Transport berdiri sejak 1968 dan dikenal sebagai salah satu pemain senior dalam layanan penerbangan charter di Tanah Air. 

Perusahaan ini melayani penerbangan pesawat sayap tetap (fixed-wing) dan helikopter, terutama untuk kebutuhan industri minyak dan gas, pertambangan, korporasi, hingga penerbangan VIP.

Indonesia Air Transport tercatat melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2006 dan mengantongi Air Operator Certificate (AOC) 121, yang memungkinkan perusahaan mengoperasikan penerbangan reguler sewa, khususnya untuk sektor migas. 

Dalam perkembangannya, IAT masuk ke dalam grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo melalui PT MNC Energy Investments. Sejak saat itu, arah bisnis perusahaan tidak hanya terbatas pada jasa charter penerbangan, tetapi juga merambah investasi di sektor energi, termasuk pertambangan batu bara, minyak, dan gas.

Pesawat yang hilang, ATR 42-500, merupakan bagian dari keluarga pesawat turboprop regional ATR 42 series yang banyak digunakan untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah. Pesawat ini dikenal memiliki efisiensi bahan bakar serta kemampuan beroperasi di bandara dengan landasan terbatas, sehingga kerap digunakan untuk penerbangan charter dan rute perintis di Indonesia.

Selain ATR 42-500, armada Indonesia Air Transport juga mencakup pesawat Embraer Legacy 600 serta helikopter Airbus Helicopters EC 155 B1 yang biasa digunakan untuk kebutuhan penerbangan eksekutif dan industri.

Dalam hal keselamatan, Indonesia Air Transport menyebutkan bahwa audit keselamatan dilakukan secara berkala oleh otoritas pemerintah serta auditor independen yang ditunjuk oleh perusahaan minyak dan gas internasional. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan penerbangan internasional.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan, kantor Indonesia Air Transport beralamat di Jalan Marsma Hardadi MS, Apron Selatan Bandara Halim Perdanakusuma, Kelurahan Halim Perdanakusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Maskapai ini diketahui berada di bawah kepemilikan PT MNC Energy Investments.

Kronologi ATR 42-500 Hilang Kontak 

Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar dikabarkan hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1). Kemenhub mengatakan, pesawat yang dikemudikan pilot Capt. Andy Dahananto itu telah diarahkan Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk mendekati landasan pacu RWY Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 16.23 WITA.

Adapun dari informasi awal, jarak pandang saat kejadian sepanjang 8 kilometer dengan kondisi cuaca berawan. Dalam prosesnya, ternyata pesawat tak berada di jalur pendekatan yang diarahkan. ATC lalu memberikan arahan ulang kepada pilot untuk melakukan koreksi. 

"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai prosedur," demikian keterangan tertulis Kemenhub, Sabtu (17/1).

Setelah menerima pengarahan terakhir dari Air Traffic Control (ATC), komunikasi dengan pesawat dilaporkan terputus. Menyikapi kondisi tersebut, ATC segera mendeklarasikan fase darurat sesuai dengan prosedur keselamatan penerbangan yang berlaku.

AirNav Indonesia cabang Bandara Sultan Hasanuddin kemudian berkoordinasi dengan Basarnas Pusat serta Polres Maros untuk memulai proses pencarian. Pihak bandara juga membuka crisis center di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Hasanuddin guna menangani informasi dan koordinasi terkait insiden tersebut.

Pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang sekaligus dijadikan Posko Basarnas. Operasi pencarian udara dilakukan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara mulai pukul 16.25 WITA.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membenarkan bahwa pesawat yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros merupakan pesawat patroli milik KKP. Pesawat tersebut mengangkut total 10 orang, terdiri dari tujuh awak dan tiga penumpang.




Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bidang Usaha CUAN yang Sahamnya Diborong Prajogo Pangestu 3,4 Juta Lembar
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Wamendagri Ribka Bicara IPDN Penggerak Kebijakan Pemda Berbasis Riset & Inovasi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Suzuki Pikap Terjun ke Saluran Irigasi, Pengemudi Tewas
• 23 jam lalurealita.co
thumb
Presiden Prabowo Menyapa Menteri Kabinet Merah Putih Dan Mahasiswa Indonesia di London
• 37 menit lalutvrinews.com
thumb
Tiba di Inggris, Prabowo Dijadwalkan Bertemu Raja Charles III dan PM Starmer
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.