Anies Ungkap Keanehan Indonesia: Hutannya Rusak Tapi Rakyat Belum Sejahtera

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kondisi Indonesia unik jika ditinjau dari besarnya kerusakan alam yang terjadi, namun tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diterima rakyatnya. 

Anies merujuk analisa Kate Rawort, seorang ekonom dari Oxford University, yang menggambarkan konsep 'Donat Ekonomi'. Sebuah model ekonomi tradisional untuk mengatasi tantangan abad ke-21, khususnya terkait ketidaksetaraan sosial dan degradasi lingkungan.

Baca Juga :
Anies: 97 Persen Deforestasi di Indonesia Legal, Ditebang Pakai Izin
Deklarasi Jadi Parpol, Gerakan Rakyat Ingin Anies Baswedan Jadi Presiden

Dimana ada lingkaran hijau yang menjadi wilayah aman untuk manusia berkegiatan. Di bagian dalamnya ada kegiatan regeneratif dan distribusi ekonomi, termasuk kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai peradaban manusia seperti kesehatan, pendidikan, makanan-minuman, dengan demikian perekonomian tumbuh.

Sementara di lingkaran luar atau bagian atas, yakni atap ekologis: Jika dibiarkan kegiatan ekonomi melampaui batas -- menembus atap ekologi, maka akan menyebabkan kerusakan lingkungan, perubahan iklim, hutan rusak, polusi udara, deplesi lapisan ozon, dan berbagai macam masalah lingkungan.

"Nah, Indonesia ini unik. Yang bagian dalamnya (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan) belum terpenuhi, luarnya rusak (alamnya sudah rusak). Kebayang kan?" kata Anies dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Rakyat, Sabtu, 17 Januari 2026.

Di banyak negara, terang Anies, karena memenuhi kebutuhan rakyatnya, baik itu makanan-minuman, energi, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraannya. Maka mereka membesarkan porsi ekonominya, sehingga dampaknya merusak lingkungan.

"Nah, kalau kita ini, pertanyaannya, yang di dalamnya masih banyak yang belum dapat pendidikan, masih banyak belum dapat masalah kesehatan, masih banyak yang belum dapat perumahan, berarti bagian dalamnya belum beres. Bukan belum beres, tapi luarnya rusak," ujar Anies

"Jadi saya ingin sampaikan ini untuk kita memahami masalah bahwa masalah Indonesia hari ini, kita sudah menembus atapnya itu di banyak tempat, sementara jutaan rakyat Indonesia masih terjatuh di lantai bawah," tegasnya

Analisa itu diperparah dengan jumlah hutan di Indonesia yang terus menyusut. Tahun 2024, lanjut Anies, hutan yang hilang jumlahnya 175.000 hektar dalam satu tahun menurut data resmi pemerintah. Sedangkan menurut pemantau independen memprediksi 260.000 hektar yang hilang. 

"Nah, pada saat yang sama kita tanya tuh, di dalam kita lihat kenyataan, di dalam masih banyak yang miskin. Pertanyaannya kemudian dari lihat itu berarti pertumbuhan yang besar itu, pembesaran perekonomian yang luar biasa itu, itu membangun semua orang atau membangun segelintir orang?" tanya Anies

Baca Juga :
Gerakan Rakyat Gelar Rakernas Bahas Rencana Jadi Partai Politik, Anies Bakal Hadir
Dibongkar Anies, Pramono Ingin Bangun Kembali JPO Sarinah
Momen Anies Baswedan Dongengi Anak Korban Banjir di Tamiang Jadi Sorotan, Netizen Singgung Soal Kehadiran

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Richeese Factory Buka Lowongan Kerja 2026! Banyak Posisi, Mulai Crew hingga Manager
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Trafo Gedung Wali Kota Jaksel Terbakar, AC Belum Berfungsi Setelah 3 Pekan
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Heboh! Tentara IDF Kepergok Maling 250 Kambing dari Suriah
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menhaj Tekankan Integritas ASN Kementerian Haji
• 16 menit lalutvrinews.com
thumb
Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 Telah Sesuai Prosedur
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.