Grid.ID - Luna Maya secara terbuka mengakui bahwa rasa cemburu tetap hadir dalam kehidupan pernikahannya. Ia menilai perasaan tersebut sebagai hal yang wajar selama disikapi dengan cara yang tepat.
Sebagai pasangan yang sama-sama memiliki kesibukan tinggi, Luna dan suaminya, Maxime Bouttier kerap menjalani rutinitas berbeda. Kondisi itu sempat memunculkan rasa rindu aktivitas lama hingga kecemburuan dalam diri Luna.
Luna menyebut rasa cemburu tidak selalu berdampak negatif jika disadari sejak awal. Baginya, perasaan itu justru menjadi pengingat akan adanya keterikatan emosional dalam hubungan.
“Cemburu itu ada dan wajar, aku cemburu sama Maxime karena dia syuting, aku kangen syuting, tapi juga bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan,” ujar Luna Maya saat ditemui di kawasan Jakarta, Minggu (18/01/2026).
Ia menjelaskan bahwa kunci utama dalam menyikapi rasa cemburu adalah komunikasi. Luna dan pasangannya memilih untuk saling terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Menurut Luna, menahan perasaan justru berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan. Karena itu, ia lebih memilih menyampaikan apa yang dirasakan dengan cara yang tenang.
“Kalau dibicarakan baik-baik, semuanya jadi lebih ringan,” kata Luna Maya.
Luna mengaku kini lebih mengenal dirinya sendiri setelah menikah. Ia memahami batas antara perasaan pribadi dan realitas pekerjaan pasangan.
Dalam pernikahan, Luna tidak ingin larut dalam pikiran negatif yang berlebihan. Ia memilih fokus pada kepercayaan dan rasa saling menghargai.
“Aku percaya, rasa aman itu dibangun, bukan dipaksakan,” ucap Luna Maya.
Ia juga menekankan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi dinamika rumah tangga. Menurut Luna, tidak semua hal harus ditanggapi dengan emosi.
Bagi Luna, pernikahan bukan tentang meniadakan konflik sepenuhnya. Namun bagaimana pasangan bisa belajar menyelesaikan perbedaan dengan cara yang sehat.
“Yang penting bukan bebas masalah, tapi tahu cara menyikapinya,” tutup Luna Maya.
Dengan sikap tersebut, Luna merasa kehidupannya terasa lebih tenang dan seimbang. Ia pun menikmati proses menjalani pernikahan tanpa tekanan berlebihan.
Luna berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang. Ia percaya bahwa hubungan yang tenang lahir dari kesadaran, komunikasi, dan saling percaya. (*)
Artikel Asli


