Harga Emas Dunia Rekor Lagi, Simak Analisis Saham ANTM-ARCI Cs

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) seiring membentuk gap up pada Senin (19/1/2026) pagi.

Harga Emas Dunia Rekor Lagi, Simak Analisis Saham ANTM-ARCI Cs. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Harga emas dunia kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) seiring membentuk gap up pada Senin (19/1/2026) pagi. Analis menyoroti sejumlah saham tambang emas yang dinilai menarik secara teknikal.

Menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, kenaikan harga emas kembali menjadi katalis utama pergerakan saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga:
Harga Naik Signifikan, BEI Suspensi Saham POLA

“Harga emas kembali mencetak ATH menyusul pernyataan kontroversial dari Presiden AS Donald Trump yang akan memberikan tarif kembali ke delapan negara eropa,” ujar Michael, Senin (19/1/2026).

Ia menilai kondisi tersebut ikut membuka peluang teknikal bagi sejumlah saham emas. Untuk saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), Michael melihat ruang kenaikan masih terbuka.

Baca Juga:
Bursa Asia Melemah di Awal Pekan, Pasar Cermati Geopolitik

“ANTM memiliki target ke 4.500 secara teknikal, dengan support di 3.750,” katanya.

Sementara itu, Michael juga menyoroti pergerakan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang dinilai semakin menarik setelah resmi masuk dalam konstituen MSCI. Menurutnya, saham ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang sehat.

Baca Juga:
IHSG Hari Ini Berpotensi Sideways, Cermati ASII, CUAN, hingga BUVA

“Level 1.200-1.100 merupakan area demand, dengan resistance di 1.330. Melewati angka resistance ini akan membuat BRMS memiliki target kenaikan hingga 1.500,” imbuh dia.

Untuk PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), Michael menilai saham ini telah memberikan sinyal teknikal yang lebih kuat.

“ARCI berhasil breakout dengan konsolidasi yang baik, yaitu ascending triangle dengan support 1.850, target kenaikan ini adalah 2.100-2.200,” tutur dia.

Emas Rekor Lagi

Harga emas dunia melonjak lebih dari 1 persen hingga menembus ke atas USD4.660 per ons pada Senin pagi, mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Mengutip Trading Economics, kenaikan ini terjadi ketika investor berbondong-bondong memburu aset lindung nilai setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa.

Trump pada Sabtu menyatakan akan mengenakan tarif 10 persen atas barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari, menyusul penolakan mereka terhadap rencana penguasaan Greenland oleh AS.

Tarif tersebut berpotensi naik menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan terkait apa yang ia sebut sebagai ‘pembelian Greenland secara penuh dan total’ oleh AS.

Pengumuman itu memicu kekhawatiran di seluruh Eropa. Para pemimpin Eropa diperkirakan menggelar pertemuan darurat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas kemungkinan langkah pembalasan.

Logam mulia sejatinya sudah berada dalam tren kenaikan kuat sepanjang tahun ini, melanjutkan kinerja solid pada 2025.

Penguatan emas ditopang oleh ketidakstabilan politik di Venezuela, kembali munculnya kekhawatiran atas independensi Federal Reserve (The Fed), serta ekspektasi penurunan suku bunga AS lebih lanjut. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pentingnya Penguatan K3 di Industri Tambang, Menyusul Insiden Longsor di Halmahera Timur
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Buka Kuota LPDP 5.570 Tahun Ini: Syarat dan Cara Pendaftarannya
• 12 jam lalunarasi.tv
thumb
Tren kasus DBD di Jakarta Barat meningkat
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Tim SAR Temukan Alat Pendeteksi Radar ATR 42-500
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: Invasi As ke Greenland Bakal "Membahagiakan" Putin
• 50 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.