Kerusuhan Penjara Picu Serangan Mematikan di Guatemala, Tujuh Polisi Tewas

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Guatemala City: Kekerasan geng di Guatemala menewaskan tujuh polisi pada Minggu, 18 Januari 2026, menurut otoritas setempat. Serangan tersebut terjadi tak lama setelah aparat keamanan berhasil merebut kembali kendali atas salah satu dari tiga penjara keamanan maksimum di wilayah barat daya negara itu, yang sehari sebelumnya dikuasai para narapidana dalam kerusuhan terkoordinasi.

Serangan terhadap aparat kepolisian di dan sekitar ibu kota Guatemala City terjadi setelah ratusan polisi antihuru-hara menyerbu Penjara Renovación di Escuintla, sekitar 76 kilometer barat daya ibu kota, untuk membebaskan sembilan petugas penjaga yang disandera. Para pemimpin geng yang dipenjara diketahui kerap memerintahkan anggota mereka di luar penjara untuk melancarkan aksi balasan.

Dilansir dari ABC News, Senin, 19 Januari 2026, Presiden Guatemala Bernardo Arévalo menyatakan melalui platform X bahwa ia telah memerintahkan polisi dan tentara untuk turun ke jalan. Ia dijadwalkan menyampaikan pidato kepada publik pada Minggu malam melalui siaran televisi nasional.

Tembakan terdengar saat pasukan antihuru-hara memasuki fasilitas penjara yang menahan para pemimpin geng. Sekitar 15 menit kemudian, seorang jurnalis Associated Press menyaksikan para penjaga yang dibebaskan dikawal keluar dari penjara dalam kondisi selamat. Hingga saat itu, tidak ada laporan korban luka atau tewas di dalam fasilitas tersebut.

Masih pada Minggu yang sama, otoritas berhasil mengambil alih kendali atas penjara kedua yang terletak di bagian utara Guatemala City. Kepolisian Sipil Nasional menyebut enam penjaga berhasil dibebaskan dari lokasi tersebut.

Namun, satu penjara lainnya masih berada di bawah kendali narapidana. Hingga Minggu malam, belum jelas berapa banyak penjaga yang masih disandera di fasilitas tersebut.

Kerusuhan di tiga penjara itu pecah sehari sebelumnya dalam sebuah pemberontakan terkoordinasi. Para narapidana memprotes keputusan otoritas penjara yang mencabut sejumlah hak istimewa milik pemimpin geng yang ditahan. Dalam aksi tersebut, total 46 penjaga disandera di tiga penjara, menurut keterangan pihak berwenang.

Ketika aparat berupaya mengendalikan situasi di dalam penjara, serangan balasan terjadi di luar tembok fasilitas. Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Villeda mengatakan geng bersenjata membunuh tujuh polisi nasional dalam serangkaian serangan di Guatemala City. Ia menambahkan, bentrokan tersebut melukai 10 polisi lainnya dan menewaskan satu anggota geng.

Villeda mengatakan sejauh ini aparat telah menangkap tujuh anggota geng, menyita dua senapan, serta mengamankan dua kendaraan. Ia memuji respons kepolisian sebagai “hasil dari sikap tidak bernegosiasi dengan penjahat.”

“Negara tidak akan berlutut di hadapan para kriminal ini,” ujar Villeda, seraya menggambarkan serangan terhadap polisi dan kerusuhan penjara sebagai reaksi atas pengetatan pemberantasan kejahatan terorganisasi oleh pemerintah.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Kementerian Pendidikan Guatemala mengumumkan penangguhan kegiatan belajar-mengajar di seluruh negeri pada Senin, 19, guna “memprioritaskan keselamatan” siswa dan tenaga pendidik.

Sementara itu, kepolisian memperkuat pengamanan di sejumlah penjara dan meningkatkan patroli gabungan bersama militer untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.

Baca juga:  Ribuan Warga Guatemala Protes Pemotongan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Shio Beruntung di Tahun Kuda Api 2026: Ramalan Hoki & Rezeki
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Evakuasi Korban ATR 42-500 Libatkan Warga Lokal
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sinergi Brantas Abipraya dan Kementerian PU Perkuat Pemulihan Sumbar Pascabencana
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Pemerintah Suriah Umumkan Gencatan Senjata dan Integrasi dengan SDF
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ratusan Rumah di Cilincing Terendam Banjir Imbas Kali Cakung Meluap
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.