Pemerintah Suriah Umumkan Gencatan Senjata dan Integrasi dengan SDF

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Damaskus: Pemerintah Suriah mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), disertai rencana integrasi penuh pasukan tersebut ke dalam tentara nasional Suriah. Pengumuman ini disampaikan setelah pasukan pemerintah merebut kembali sejumlah wilayah strategis di timur Suriah.

Dikutip dari Euronews, Senin, 19 Januari 2026, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyatakan bahwa kesepakatan mencakup pengaturan militer, keamanan, dan administratif, serta bertujuan mengakhiri konflik bersenjata antara kedua pihak. Pengumuman tersebut menyusul operasi militer pemerintah yang meluas ke wilayah timur, termasuk provinsi Deir el-Zour dan Raqqa.

Ketegangan antara pasukan pemerintah dan SDF yang dipimpin kelompok Kurdi meningkat sejak awal bulan ini, terutama di wilayah garis depan di Provinsi Aleppo bagian timur.

Setelah bentrokan awal, SDF dilaporkan mundur dari sebagian besar wilayah tersebut. Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan telah memerintahkan penghentian pertempuran di seluruh garis depan usai pengumuman gencatan senjata.

Hingga kini, pihak SDF belum secara resmi mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan belum menanggapi permintaan komentar dari The Associated Press. Sebelumnya, pada Maret lalu, kedua pihak sempat menyepakati rencana penggabungan SDF ke dalam struktur negara Suriah, namun kesepakatan itu gagal berjalan karena saling tuding pelanggaran.

Sejak ofensif terbaru, pemerintah Suriah dilaporkan berhasil menguasai sebagian besar wilayah Deir el-Zour dan Raqqa, termasuk ladang minyak dan gas, bendungan di sepanjang Sungai Eufrat, serta sejumlah titik perbatasan. Kantor berita resmi Suriah, SANA, menayangkan gambar Presiden al-Sharaa menandatangani dokumen kesepakatan. Tanda tangan pemimpin SDF Mazloum Abdi juga tercantum, meski ia tidak hadir secara langsung.

Al-Sharaa mengatakan Abdi tidak dapat datang ke Damaskus karena cuaca buruk dan pertemuan dilakukan melalui sambungan telepon. “Ini adalah kemenangan bagi seluruh rakyat Suriah dari berbagai latar belakang,” ujar al-Sharaa. “Kami berharap Suriah dapat keluar dari perpecahan menuju persatuan dan kemajuan.”

Kedua pihak yang sebelumnya bertikai merupakan sekutu utama Amerika Serikat. Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, bertemu dengan al-Sharaa pada hari yang sama ketika pasukan pemerintah memasuki Raqqa. Abdi dilaporkan ikut bergabung dalam pembicaraan tersebut melalui telepon. Barrack menyambut baik kesepakatan itu dan menyebutnya sebagai titik balik menuju Suriah yang bersatu. Integrasi SDF ke Pemerintahan Suriah Berdasarkan kesepakatan, SDF akan dibubarkan dan personelnya bergabung dengan militer serta aparat keamanan Suriah. Sejumlah pejabat militer dan sipil SDF disebut akan menempati posisi tinggi di lembaga negara. SDF juga akan menyerahkan kendali atas Raqqa dan Deir el-Zour, termasuk ladang minyak, gas, dan perlintasan perbatasan.

Untuk Provinsi Hassakah, administrasi sipil akan dikembalikan ke Damaskus, sementara pengelolaan penjara dan kamp yang menampung tahanan kelompok Islamic State akan dialihkan ke pemerintah pusat.

Belum ada jadwal pasti terkait pelaksanaan teknis kesepakatan tersebut. Al-Sharaa menyebut implementasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penghentian permusuhan. Dalam beberapa hari terakhir, situasi relatif mereda setelah Abdi mengumumkan penarikan pasukan SDF ke timur Sungai Eufrat, disusul dekret presiden yang memperkuat hak-hak warga Kurdi di Suriah.

Meski demikian, pasukan pemerintah dilaporkan sempat merebut kota Tabqa dan melanjutkan operasi ke wilayah Raqqa. Kelompok-kelompok Arab lokal di Raqqa dan Deir el-Zour yang tidak mendukung SDF dilaporkan berpihak pada Damaskus.

Pada Minggu malam, SDF kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah dan infrastruktur strategisnya. Wartawan Associated Press melaporkan konvoi militer besar memasuki Raqqa dan disambut warga setempat, menandakan penarikan pasukan SDF.

SDF sebelumnya merebut Tabqa dari kelompok Negara Islam pada 2017 dalam operasi yang mengakhiri kekuasaan “kekhalifahan” ISIS, yang pernah menjadikan Raqqa sebagai ibu kota de facto.

Baca juga:  Presiden Sharaa Berjanji Bangun 'Suriah yang Kuat' di Setahun Tumbangnya Assad


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Rendam 75 Sekolah di Kudus
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Orban Terima Undangan Trump, Hongaria Diminta Jadi Anggota Pendiri Dewan Perdamaian Gaza
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Kemenhub Pastikan Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak di Pangkep Laik Terbang
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Tips Aman Berkendara Motor Saat Musim Hujan, Waspadai Aquaplaning
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Eks Wamenaker Noel akui tak mau "cengeng" minta amnesti ke Prabowo
• 39 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.