BMKG Gandeng Teknologi AI untuk Prediksi Hujan, Akurasi Diklaim Makin Tinggi

suara.com
10 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • BMKG menggunakan pemodelan kecerdasan buatan melalui kerja sama dengan Tomorrow Indonesia untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca jangka pendek.
  • Sistem AI terintegrasi menggabungkan data radar BMKG dan satelit global menghasilkan prediksi curah hujan lebih rinci dari model standar.
  • Meskipun menggunakan mitra teknologi, BMKG menegaskan tetap memegang otoritas penuh atas tata kelola data dan penyampaian informasi publik.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai mengandalkan pemodelan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca jangka pendek atau nowcasting, khususnya prediksi hujan hingga tiga jam ke depan. 

Langkah ini ditempuh melalui kerja sama dengan PT Environmental Intelligence Indonesia (Tomorrow Indonesia), perusahaan teknologi cuaca berbasis data dan AI.

Kerja sama tersebut didasarkan pada hasil studi kelayakan (feasibility study/FS) yang menyebutkan bahwa modernisasi layanan meteorologi dengan dukungan AI mampu meningkatkan akurasi prediksi hujan secara signifikan, terutama di wilayah dengan dinamika cuaca tinggi seperti Jakarta dan Jawa Barat.

Presiden Direktur PT Environmental Intelligence Indonesia, Muhamad Fitriansyah, mengatakan sistem Unified Precipitation (UP) yang dikembangkan perusahaannya menggabungkan data radar BMKG dengan satelit cuaca global. 

Integrasi itu menghasilkan resolusi spasial hingga 0,5 kilometer, jauh lebih rinci dibanding model prediksi cuaca numerik (Numerical Weather Prediction/NWP) yang selama ini digunakan.

“Sistem ini mampu meningkatkan performa prediksi presipitasi atau curah hujan dibanding model NWP standar untuk periode tiga jam ke depan,” kata Fitriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Menurut Fitriansyah, pembaruan data yang lebih sering membuat respons terhadap potensi cuaca ekstrem bisa dilakukan lebih cepat. Klaim tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya kejadian hujan ekstrem yang kerap memicu banjir mendadak di wilayah perkotaan padat.

Namun, masuknya perusahaan swasta dalam ekosistem layanan cuaca nasional juga menimbulkan pertanyaan soal tata kelola data dan otoritas informasi publik. Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan BMKG tetap memegang kendali penuh sebagai otoritas nasional.

“BMKG tetap menjadi otoritas nasional dalam tata kelola data, validasi ilmiah, dan penyampaian informasi publik resmi,” ujar Guswanto.

Baca Juga: BMKG Waspada Cuaca Ekstrem: Hujan Sangat Lebat dan Angin Kencang Hampir di Semua Provinsi

Ia memastikan kerja sama dengan Tomorrow Indonesia bersifat non-komersial dan dijalankan secara transparan. Peran Tomorrow Indonesia, kata dia, dibatasi sebagai mitra teknologi dan fasilitator teknis, tanpa kewenangan regulasi maupun otoritas publik.

Guswanto menilai penguatan sistem nowcasting ini bukan sekadar peningkatan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun ketahanan nasional terhadap cuaca ekstrem. Ia menyebut sektor-sektor strategis seperti kebencanaan, pertanian, penerbangan, maritim, hingga energi sangat bergantung pada akurasi prakiraan cuaca jangka pendek.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan kolaborasi ini ke depan akan diperluas ke wilayah Sumatra dan Sulawesi, serta diarahkan pada kebutuhan sektoral yang lebih spesifik, seperti perencanaan tanam petani, keselamatan penerbangan, dan pengelolaan jaringan listrik berbasis energi terbarukan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Apa Arti Ghosting dalam Hubungan? Ini Penyebab dan Solusinya
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Naik Signifikan, BEI Suspensi Saham POLA
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenag Sulut Ajak Umat Muslim Salurkan Zakat Melalui Baznas untuk Menjamin Kepastian Hukum
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Tiongkok Hukum 69 Pejabat Senior Terkait Kasus Korupsi
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penjelasan soal Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.