TABLOIDBINTANG.COM - Nama Iva Deivanna mendadak jadi perbincangan hangat. Penyanyi cilik yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini sukses mencuri perhatian publik lewat video klip debutnya “Sisa Waktu Senja” yang telah ditonton hampir 350 ribu kali.
Angka tersebut terbilang fantastis untuk seorang pendatang baru. Terlebih, video klip itu baru dirilis 3 Januari 2026.Tak heran jika banyak yang mulai melirik Iva sebagai calon bintang masa depan industri musik Indonesia.
Lagu ciptaan Bemby Noor itu bukan sekadar rangkaian syair. Iva mampu membawakannya dengan penghayatan yang matang. Suara merdunya terdengar jernih, emosional, dan langsung mengena di telinga penonton.
Kombinasi tersebut membuat “Sisa Waktu Senja” cepat menyebar dan menuai pujian. Tak sedikit netizen menilai, tahun 2026 bisa menjadi titik awal kebangkitan karier Iva, dari panggung kecil hingga panggung besar.
Di balik sorotan publik, peran keluarga tetap jadi fondasi utama. Sang ibu, Happy Yudea, menegaskan bahwa bakat besar yang dimiliki putrinya tetap diiringi kedisiplinan, khususnya dalam hal pendidikan.
“Iva memang punya bakat yang sangat bagus. Dia anaknya siap tampil. Tapi kami sebagai orang tua tetap disiplin dalam waktu. Yah, jika urusan belajar ya tetap jadi prioritas,” jelas Happy Yudea.
Ia menambahkan, orang tua hanya bertugas membekali dan mendampingi, sementara pilihan masa depan akan ditentukan Iva sendiri seiring bertambahnya usia.
“Kami sebagai orang tua tetap memberikan yang terbaik untuk anaknya kan. Nah, bagaimana kedepannya nanti, berkembangnya proses usianya, biar Iva sendiri yang menentukan di masa datang. Setidaknya kami telah membekali dan membimbingnya dengan pengalaman,” imbuhnya.
Pemantik kebangkitan kembali era penyanyi cilik
Respons positif pun membanjiri kolom komentar video klip “Sisa Waktu Senja”. Pujian demi pujian mengalir, menjadi bukti bahwa karya debut Iva Deivanna benar-benar “kena” di hati penikmat musik.
Sementara itu, Beny Wijaya, Founder Sekuel Management, menyebut langkah Iva saat ini sebagai fase awal perjalanan panjang di industri hiburan.
“Iva baru saja mengawali sebuah perjalanan dalam berkarya. Saat ini gak banyak anak-anak sebayanya yang muncul di industri. Sangat beda dengan puluhan tahun silam di era kejayaan kaset,” papar Beny Wijaya.
Ia mengingatkan bahwa dulu Indonesia pernah berjaya dengan deretan penyanyi cilik, meski tak semuanya mampu bertahan.
“Saat itu banyak juga penyanyi cilik yang menguasai industri musik Indonesia. Banyak juga yang sukses dan ada juga yang pensiun dini alias gagal,” lanjutnya.
Beny pun berharap kehadiran Iva Deivanna bisa menjadi pemantik kebangkitan kembali era penyanyi cilik berbakat di Tanah Air.
“Saya sangat berharap, hadirnya Iva di industri musik tentu akan menjadi trigger dengan bermunculannya penyanyi cilik. Kita semua juga rindu itu kan? Penyanyi cilik berwajah ganteng dan cantik, tapi punya bakat,” pungkasnya.
Dengan sambutan publik yang begitu besar, langkah Iva Deivanna jelas patut dinantikan. Apakah “Sisa Waktu Senja” akan menjadi awal dari perjalanan panjangnya menuju puncak popularitas? Waktu yang akan menjawab.


