Dokter Jelaskan Penyebab Batuk Berkepanjangan dan Risiko Penularannya

pantau.com
10 jam lalu
Cover Berita

Pantau –  Batuk yang berlangsung berminggu-minggu setelah seseorang sembuh dari infeksi saluran pernapasan seperti pilek atau flu masih kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait risiko penularan. Kondisi ini dapat terjadi meskipun penderitanya sudah kembali beraktivitas seperti biasa.

Dikutip dari siaran Channel News Asia, Kepala Eksekutif sekaligus pendiri Pinnacle Family Clinic, Dr. Mok Boon Rui, menjelaskan bahwa batuk berkepanjangan umumnya terjadi karena saluran pernapasan belum sepenuhnya pulih setelah infeksi.

Senada dengan itu, dokter keluarga sekaligus Wakil Kepala Poliklinik Jurong, Dr. Joanne Khor, menyampaikan bahwa penyebab paling umum batuk berkepanjangan adalah meningkatnya sensitivitas saluran pernapasan.

Dr. Khor menjelaskan, sensitivitas saluran pernapasan dapat dipicu oleh postnasal drip, yakni kondisi ketika lendir dari hidung atau sinus menetes ke bagian belakang tenggorokan. Iritasi yang ditimbulkan dari lendir tersebut memicu refleks batuk.

Selain postnasal drip, beberapa kondisi lain juga dapat memperpanjang batuk, di antaranya asma, rinitis alergi, dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

“Setelah infeksi pernapasan, saluran napas pada penderita asma menjadi sangat sensitif. Iritasi kecil seperti udara dingin, debu, atau olahraga dapat memicu batuk,” ujar Dr. Khor.

Pada rinitis alergi, peningkatan produksi lendir dan pembengkakan saluran hidung memperburuk postnasal drip. Sementara pada penderita GERD, asam lambung yang naik ke kerongkongan dan tenggorokan dapat mengiritasi saraf dan memicu batuk.

“Ketika tenggorokan teriritasi, tubuh akan memberi sinyal untuk batuk sebagai respons perlindungan,” tambahnya.

Faktor lain yang memperburuk batuk berkepanjangan adalah kebiasaan merokok. Merokok meningkatkan peradangan di saluran pernapasan serta merusak struktur kecil seperti rambut di paru-paru, sehingga lendir menjadi lebih sulit dibersihkan.

Menurut Dr. Mok Boon Rui, orang yang merasa sehat namun masih mengalami batuk berkepanjangan umumnya aman untuk kembali bekerja dan beraktivitas.

Dalam kasus infeksi virus yang umum, penularan biasanya terjadi beberapa hari sebelum gejala muncul hingga sekitar tiga sampai tujuh hari setelah gejala pertama.

“Jika seseorang mengalami batuk berkepanjangan tetapi merasa sehat, risiko penularan kepada orang lain, termasuk kelompok rentan, biasanya rendah,” kata Dr. Mok.

Kelompok rentan meliputi lansia, anak-anak, perempuan hamil, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Meski risiko penularan rendah, tindakan pencegahan tetap dianjurkan saat berada di sekitar kelompok tersebut.

Dr. Khor menekankan pentingnya penerapan etika batuk, menjaga kebersihan tangan, meningkatkan ventilasi ruang bersama, serta penggunaan masker.

“Batuk melepaskan lebih banyak partikel dibandingkan bernapas atau berbicara. Meskipun mungkin tidak menular, batuk tetap dapat menyebarkan tetesan. Masker membantu menurunkan risiko ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan masker juga membantu menghangatkan dan melembapkan udara yang dihirup, sehingga dapat mengurangi keparahan batuk.

Beberapa langkah praktis lain yang disarankan untuk meredakan iritasi tenggorokan antara lain menjaga hidrasi yang cukup, menghindari rokok, serta mengurangi paparan iritan rumah tangga seperti debu, asap, dan bahan pembersih kuat.

“Hidrasi menjaga kelembapan tenggorokan dan mengurangi sensitivitas terhadap pemicu batuk. Meneguk air sedikit demi sedikit saat ingin batuk juga bisa membantu,” jelas Dr. Khor.

Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila batuk berkepanjangan disertai gejala berat seperti sesak napas, napas berbunyi, nyeri dada, batuk berdarah, penurunan berat badan, atau keringat malam.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Starlink Down Imbas Teknologi Rusia, Prancis Kaji Kirim Satelit Eutelsat ke Iran
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Topremit Kembali Raih Award "Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025" dari BI
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Legenda Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia Usai Tampil dalam Laga 100 Tahun Stadion Gajayana
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Presiden Prabowo Sapa Mahasiswa Indonesia di London
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Putin Diundang Gabung Dewan Perdamaian Trump
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.