Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengibaratkan BRIN sebagai dapur yang berperan penting dalam mendukung proses perumusan kebijakan pemerintah ke depan.
Menurutnya, hasil riset yang dihasilkan BRIN harus mampu menjadi dasar pengambilan keputusan di kementerian dan lembaga.
"Saya sampaikan terima kasih atas kehadirannya dan kontribusinya. Dan yang paling penting adalah kolaborasi kita semua bahwa BRIN adalah dapur," kata Arif dalam acara Kick Off Meeting Forum Komunikasi Riset dan Inovasi di Gedung BRIN, Jakarta Pusat, Senin (19/1).
Arif menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam memanfaatkan riset sebagai fondasi kebijakan publik. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi seluruh peserta forum yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pemanfaatan riset secara optimal.
"Kami menempatkan BRIN sebagai dapur buat Bapak Ibu sekalian yang saat ini mengemban tugas di kementerian dan lembaga, sehingga tugas Bapak, Ibu sekalian dalam policy making, dalam proses pengambilan keputusan ini, bisa berbasis pada hasil riset yang dilakukan atas inisiatif bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, inisiatif riset tersebut harus dibangun melalui kerja sama yang erat antara BRIN dan kementerian/lembaga (KL).
"Inisiatif antara kementerian/lembaga juga dengan BRIN," terangnya.
Arif berharap BRIN mampu menghadirkan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran.
"Sehingga sebagai dapur, diharapkan kita bisa menyajikan menu-menu, kita bisa menyajikan resep-resep yang pas bagi kebutuhan kelangsungan kebijakan maupun pembangunan kita ke depan," pungkasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470165/original/004194000_1768198534-IMG_8118.jpeg)

