Ancaman Badai di Depan Mata, Warga Kota Kupang Bersiap Evakuasi Mandiri

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

 

Gelombang Laut Sawu menerobos masuk Teluk Kupang, memukul talud penjaga garis pantai di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Senin (19/1/2026) siang, angin semakin kencang berembus, gelombang pun semakin kuat menekan pesisir hingga cipratannya tempias sampai ke atap rumah warga.

Sekitar 600 kilometer arah tenggara dari pesisir Kota Kupang, atmosfer bergejolak. Bibit Siklon Tropis 97S sudah terbentuk dan bergerak ke sisi barat Australia. Tinggal beberapa jam ke depan, bibit Siklon Tropis berubah menjadi Siklon Tropis 97S.

Kabar siklon tropis yang menyebabkan cuaca ekstrem di NTT itu sudah diketahui masyarakat. Mereka pun siaga. "Semua dokumen penting serta harta benda yang bisa dipikul, sudah disimpan di tempat khusus. Kalau datang badai, tinggal lari," kata Mansyur Dokeng (44), tokoh masyarakat setempat.

Masyarakat, lanjut Mansyur, trauma dengan badai akibat Siklon Tropis Seroja pada April 2021 yang meluluhlantakan hampir semua wilayah NTT. Siklon tropis saat itu melewati wilayah NTT bagian selatan. Hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi merusak NTT.

Kala itu, 181 orang tewas dan 49.512 jiwa lainnya terdampak. Selain itu, 47 orang dinyatakan hilang. Sebanyak 250 orang luka-luka. Rumah rusak berat 17.124 unit, rusak sedang 13.652 unit, dan rusak ringan 35.733 unit.

"Di sini, ratusan kapal nelayan hancur. Puluhan rumah atapnya terbongkar. Seperti kiamat kecil. Makanya kalau ada informasi mengenai siklon tropis, kami siaga," ujar Mansyur.

Hal yang paling mereka khawatirkan adalah angin kencang dan banjir rob ketika air laut pasang maksimum. Rumah mereka berada di mulut teluk yang siap menerima aliran angin kencang dan hantaman gelombang pasang.

Mulai hari ini, Mansyur yang pernah ikut sekolah cuaca itu telah membentuk pos pemantauan. Secara bergantian, para pemuda ditugaskan memantau perkembangan cuaca secara visual dan juga laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Serial Artikel

Solidaritas Tanpa Sekat Kala Adonara Berduka

Di tengah segala keterbatasan akibat bencana banjir bandang di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, warga bahu-membahu membantu pencarian korban dan mengantar makanan bagi para penyintas bencana.

Baca Artikel

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenot'ek mengatakan, saat ini terpantau adanya bibit Siklon Tropis 97S di tenggara NTT atau bagian utara Australia. Bibit siklon terus bergerak ke arah barat. 

Kondisi ini membentuk daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di wilayah NTT. Selain itu, aktifnya Gelombang Equatorial Rosby, Kelvin dan Madden Julian Oscillation meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT.

"Bibit Siklon Tropis 97S dalam 24 jam ke depan memiliki potensi rendah menjadi Siklon Tropis. Waspadai dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang. Ini dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," kata Sti.

Menurut Sti, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi mulai 21 Januari atau dua hari ke depan. Masyarakat yang berada di daerah potensial bencana hidrometeorologi diminta agar mencari tempat yang aman. Para pemangku kepentingan terkait juga diminta siaga.

Ia juga memastikan, Siklonik Tropis 97S yang diperkirakan akan terjadi di selatan NTT itu, tidak memiliki daya rusak. Berbeda dengan Siklon Tropis Seroja pada April 2021 yang berpusat di NTT. Pusat Siklon Tropis 97S jauh dari wilayah NTT sehingga NTT menerima dampak tidak langsung.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka memantau berbagai langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah di 22 kabupaten/kota di NTT. Ia sudah memerintahkan Badan Penganggulan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendirikan pos siaga bencana.

Para pemangku kepentingan baik di internal pemerintah daerah maupun TNI/Polri serta Tagana dan Basarnas, diminta siaga. Masyarakat pun diminta waspada dan belajar melakukan evaluasi mandiri.

Senin siang ini, hujan deras dan angin kencang silih berganti datang. Masyarakat berharap yang terbaik namun selalu siap menghadapi kondisi terburuk seperti Mansyur Dokeng dan warga kampung nelayan di Oesapa, Kota Kupang.

Serial Artikel

Bersiaplah bila ”Seroja” Datang Lagi ke Pesisir Nusa Tenggara

Badai Seroja meninggalkan trauma mendalam bagi warga NTT. Banyak warga mulai melakukan gerakan mitigasi mandiri. Sayangnya, belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk menghadapi kemungkinan bencana itu datang lagi.

Baca Artikel


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Haru! Kisah Pernikahan di Tengah Banjir Jakarta Utara, Pria Gendong Calon Istri ke Tempat Resepsi
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
• 9 jam lalumerahputih.com
thumb
Kang Dedi Tegur PDAM Soal Krisis Air Warga Kaki Gunung Ciremai
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Wamentrans Viva Yoga Ungkap Kawasan Transmigrasi Barelang di Sumatera, 1.000 KK Siap Diberdayakan
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Hari Ini, Eks Wamenaker Noel Ebenezer Bakal Hadapi Dakwaan Kasus Korupsi Sertifikat K3
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.