Bisnis.com, CIREBON - Warga Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, mengeluhkan kekurangan air bersih dalam beberapa tahun terakhir. Krisis tersebut diduga berkaitan dengan pengelolaan mata air dari Gunung Ciremai lebih untuk kepentingan komersial perusahaan daerah air minum (PDAM) serta perusahaan swasta.
Keluhan tersebut diunggah langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam kanal Youtube pribadi miliknya. Dalam video berdurasi 25.02 menit itu, pria yang akrab disapa Kang Dedi alias KDM ini melakukan peninjauan lapangan ke wilayah perbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan Kuningan untuk melihat kondisi sumber mata air.
Berdasarkan dialog bersama perangkat Desa Cikalahang, terungkap, sejak 2022 luas lahan pertanian yang mendapatkan pengairan mengalami penyusutan signifikan. Dari semula 114 hektare teraliri, kini hanya menyisakan 89 hektare lahan yang masih bisa digarap secara baik.
"Air di kaki Gunung Ciremai harus lebih dulu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, terutama untuk kebutuhan dasar dan pertanian. Kepentingan komersial tidak boleh mengorbankan hak warga,” kata Kang Dedi dikutip Senin, (19/1/2026).
Saat meninjau lokasi, Dedi menemukan sejumlah indikasi pelanggaran terhadap pengelolaan sumber daya air. Salah satunya adalah pemasangan pipa PDAM yang ditempatkan di jalur saluran air warga.
Selain itu, ditemukan pula penutupan pintu air yang seharusnya mengalirkan air ke sungai, tetapi justru dialihkan sepenuhnya ke reservoar perusahaan pengelola. Menurut Dedi, praktik tersebut berpotensi memperparah kondisi mata air dan mengancam keseimbangan lingkungan di kawasan Gunung Ciremai yang selama ini menjadi daerah resapan air utama bagi Cirebon dan Kuningan.
Baca Juga
- APBD Jabar Sisa Rp500.000 pada 2025, Kang Dedi Ingin Lepas Bandara Kertajati
- APBD Jabar Tersisa Rp500.000, Kang Dedi Sebut Kerjakan Layanan Dasar
- Proyek Sampah jadi Listrik Legok Nangka yang Mangkrak dan Upaya Terobosan Pemprov Jabar
"Warga seharusnya kebagian air, tapi ini tidak," kata KDM.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi juga menginstruksikan pelaksanaan program penghijauan di kawasan hutan gundul Gunung Ciremai dengan melibatkan warga sekitar. Masyarakat akan diberdayakan untuk menanam dan merawat pohon melalui skema upah bulanan guna memastikan tanaman tumbuh dan menjaga ketersediaan air tanah.
Dedi mengatakan, pemerintah akan memproses pembebasan lahan seluas 12 hektare untuk dijadikan hutan lindung. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis kawasan serta menjamin keberlanjutan sumber air di masa mendatang.
"Saya akan memanggil BBWS, PSDA, serta PDAM bisa mengevaluasi pembagian air. Ini supaya kebutuhan warga Desa Cikalahang dan sektor pertanian menjadi prioritas utama sebelum pemanfaatan komersial dilakukan," tutup Dedi.




