Prajogo Pangestu Sudah Rogoh Rp 21,47 Miliar untuk Beli Saham BREN Januari Ini

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Pengusaha Prajogo Pangestu kembali menambah akumulasi saham emiten energi PT Barito Renewables Energy (BREN). Porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan itu bertambah sebesar 0,001%.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1), Prajogo membeli 1 juta saham BREN pada Kamis (15/1) lalu. Pembelian itu dilakukannya secara bertahap sebanyak tujuh kali di kisaran harga Rp 9.525 hingga Rp 9.675 per unit.

Perinciannya, sebanyak 101.700 saham dibeli di harga Rp 9.575, lalu sejumlah 238.500 saham di harga Rp 9.600, dan 102.700 saham di harga Rp 9.625. Berikutnya, Prajogo kembali membeli 107.600 saham di harga Rp 9.525, sebanyak 96.700 saham di harga Rp 9.675, sejumlah 90.800 saham di harga Rp 9.550, dan sebanyak 262.000 saham di harga Rp 9.650.

Adapun total dana yang dirogoh Prajogo untuk keseluruhan transaksi tersebut mencapai Rp 9,6 miliar. Pascapembelian tersebut, jumlah kepemilikan saham konglomerat itu di BREN naik dari 139.789.700 saham menjadi 140.789.700 saham. Porsinya meningkat dari 0,104% menjadi 0,105%.

Sebelumnya, tepatnya pada Selasa (13/1) lalu, Prajogo juga memborong 1,33 juta saham BREN. Pembelian kala itu dilakukan dalam 10 kali transaksi di rentang harga Rp 8.800 hingga Rp 9.025 per saham.

Adapun dana yang dirogoh Prajogo kala itu mencapai Rp 11,87 miliar. Dengan begitu, total dana yang sudah dikeluarkan Prajogo untuk pembelian saham BREN pada Januari ini mencapai Rp 21,47 miliar.

Pada sesi I perdagangan Senin ini, saham BREN dibuka di harga Rp 9.700 per unit. Hingga jeda makan siang, nilainya bertengger di level Rp 9.625 atau terkoreksi 1,03%.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh mengatakan, aksi borong saham yang dilakukan Prajogo tersebut lebih kepada bentuk upaya sang konglomerat untuk menjaga stabilitas harga BREN. Dia menilai saham ini masih berpotensi terkoreksi lebih ke level di bawah Rp 9.000.

Menurut Michael, koreksi tersebut masih terbilang wajar karena pasar tengah menunggu hasil konsultasi terkait perubahan metode free float indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada akhir Januari ini.

Seperti diketahui, BREN menjadi salah satu emiten yang masuk dalam jajaran MSCI Global Standard Index sejak November lalu. "Tapi sudah disebutkan bahwa konstituen yang sudah masuk sebelumnya (termasuk BREN), tidak ada perubahan," ujarnya, Senin (19/1).

Masuknya saham BREN dalam jajaran MSCI Global Standard Index sejak memberikan efek positif sendiri bagi emiten ini. Hal itu dikarenakan peluang BREN untuk menerima arus dana asing terus terbuka.

Data menunjukkan, saham BREN yang ditransaksikan asing hingga penutupan perdagangan pekan lalu masih mendominasi dengan volume mencapai 52,55% dan net buy Rp 44,67 miliar.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhub Pastikan Pendampingan dalam Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Maros
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Kodaeral VI Kerahkan Personel Tim SAR Bantu Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Kejagung Kembali Periksa Sudirman Said terkait Kasus Petral Hari Ini
• 6 jam laluidntimes.com
thumb
Akses Jalan Jaktim Lumpuh, Warga Gunakan Perahu Terobos Banjir
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Presiden Prabowo Bertemu Sufmi Dasco Sebelum Berangkat ke London, Bahas Ini
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.