Santiago: Presiden Chile Gabriel Boric menetapkan status keadaan darurat bencana di dua wilayah selatan negara di hari Minggu menyusul kebakaran hutan yang menewaskan sedikitnya 18 orang dan memaksa sekitar 20.000 warga mengungsi.
Menurut badan kehutanan Chile, CONAF, petugas pemadam kebakaran masih berjuang memadamkan 24 titik api aktif di berbagai wilayah hingga Minggu pagi. Kebakaran terbesar terjadi di wilayah Ñuble dan Biobío, sekitar 500 kilometer di selatan ibu kota Santiago, yang menjadi fokus penetapan status darurat.
“Sehubungan dengan kebakaran hutan serius yang masih berlangsung, saya memutuskan menetapkan status bencana di wilayah Ñuble dan Biobío. Seluruh sumber daya dikerahkan,” tulis Boric melalui unggahan di platform X yang dikutip dari India Today, Senin, 19 Januari 2026.
Jumlah korban tewas disampaikan Boric pada Minggu malam setelah pertemuan dengan para wali kota daerah terdampak di kota Concepción.
Sejauh ini, kebakaran telah melalap hampir 8.500 hektare lahan dan mengancam sejumlah komunitas, sehingga otoritas setempat mengeluarkan perintah evakuasi. Badan penanggulangan bencana Chile, Senapred, melaporkan sekitar 20.000 orang telah dievakuasi dan sedikitnya 250 rumah hancur.
Pemerintah menyebut kondisi cuaca buruk, termasuk angin kencang dan suhu tinggi, mempercepat penyebaran api sekaligus menyulitkan upaya pemadaman. Sebagian besar wilayah Chile berada dalam status peringatan panas ekstrem, dengan suhu diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius dari Santiago hingga Biobío pada Minggu dan Senin.
Selain Chile, negara tetangga Argentina juga mengalami gelombang panas ekstrem sejak awal tahun. Kebakaran hutan besar dilaporkan terjadi di kawasan Patagonia awal bulan ini, menambah tekanan di kawasan Amerika Selatan.
Baca juga: Kebakaran Hutan di Chili Picu Kerusakan Parah, 1 Warga Adat Tewas

