Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad ditanya mengenai kemungkinan Pemilu menggunakan e-voting. Menurutnya, hal itu patut dikaji.
Dasco menilai, mekanisme itu akan membuahkan banyak penghematan dana penyelenggaraan Pemilu.
“Yang pertama segala sesuatu yang baik untuk pemilu kan tentunya pasti akan dibicarakan. Nah termasuk memang kita menuju ke arah teknologi yang lebih maju. Kalau itu pakai e-voting kan sebenarnya banyak penghematan-penghematan, walaupun kemudian kita harus lebih banyak kajian dan studi terlebih dahulu,” ucap Dasco di DPR, Senin (19/1).
Menurutnya, e-voting sudah banyak diterapkan di berbagai negara. Namun, terkadang ada masalah yang timbul dalam penggunaan mekanisme e-voting, seperti rekayasa hasil pemilu.
“Ya mengingat bahwa di negara-negara lain juga ada yang dilakukan e-voting tapi juga sebagian partai politik ini, negara lain ya bukan di sini, itu juga kreatif-kreatif sehingga e-voting-nya itu bisa kalau waktu berapa jam kadang-kadang hasilnya bisa berubah,” ucap Dasco.
“Nah ini yang perlu kemudian kita pelajari benar, bagaimana kemudian kalau e-voting itu dilakukan di Indonesia,” tambahnya.
Kendati begitu, Dasco menilai opsi e-voting patut untuk dikaji, terutama dalam pengamanannya nanti.
“Itu satu yang bagus. Tapi hal pengamanan dari teknologinya Itu yang Yang juga perlu dikaji. Semua nanti dikaji,” tandasnya.


