MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam kondisi laik terbang.
Penjelasan mengenai kelaikan terbang itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Senin (19/1/2026).
"Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan," kata dia.
Baca Juga: Pantauan Helikopter TNI AU Ungkap Serpihan ATR 42-500 | BREAKING NEWS
Menurutnya, hal itu juga didukung dengan pelaksanaan pemeriksaan dan inspeksi meliputi ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.
Kemudian inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) dilaksanakan pada 3 September 2025.
Ia menuturkan, inspeksi terakhir pesawat tersebut dilakukan oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) sesuai dengan program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours, pada tanggal 25 Desember 2025.
"Data tersebut menunjukkan pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya, seperti dikutip Antara.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung daerah perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Proses evakuasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 dilanjutkan hari ini, Senin (19/1/2026) melalui jalur udara maupun darat dengan melihat perkembangan kondisi cuaca di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Antara
- kementerian perhubungan
- kecelakaan pesawat
- pesawat jatuh
- pesawat atr 42 500
- kemenhub




