BI Ramal Kegiatan Usaha Meningkat pada Awal 2026 Ditopang Musim Panen

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan oleh Bank Indonesia memperkirakan kegiatan usaha meningkat pada kuartal I 2026. Direktur Eksekutif Ramdan Denny Prakoso menyebut, peningkatan kegiatan usaha pada awal tahun ini terutama akan terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan seiring dengan mulai masuknya musim panen.

Responden memperkirakan kegiatan usaha pada kuartal I 2026 meningkat dengan SBT sebesar 12,93%, lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025 sebesar 10,16% maupun kuartal I 2025 sebesar 7,63%. 

Perkiraan peningkatan kegiatan usaha pada awal tahun ini juga didorong oleh sektor industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan motor. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri. 

Kenaikan kegiatan usaha  pun akan mendorong penggunakan tenaga kerja hingga menciptakan tekanan pada harga jual pada tiga bulan pertama tahun ini. 

"Penggunaan tenaga kerja diprakirakan melanjutkan peningkatan pada kuartal I dengan SBT sebesar 2,47%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar SBT 0.72%," demikian penjelasan dalam survei yang dirilis Senin (19/1). 

Adapun peningkatan harga jual pada awal tahun ini, terutama diperkirakan terjadi pada industri pengolahan, industri pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri transportasi dan pergudangan.

Survei BI nuga menunjukkan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal IV 2025 stabil, tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,61%. Kinerja mayoritas lapangan usaha tercatat positif. 

“Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan tahun baru sehingga mendorong permintaan domestik,” kata Direktur Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso.

Hal ini antara lain ditopang oleh kapasitas produksi terpakai pada kuartal IV 2025 tetap terjaga pada level 73,15%.  Perkembangan kapasitas produksi ditopang oleh sejumlah lapangan usaha, seperti pengadaan listrik, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang.

“Sementara itu, keuangan dunia usaha secara umum tetap dalam kondisi baik pada aspek likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses kredit yang lebih mudah,” kata Denny.   


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Sesi I Menguat 23 Poin, Saham Konglomerasi Dominasi Jajaran Top Gainers
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Selain di Madiun, Hari Ini KPK Juga Lakukan OTT di Pati
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menkeunya Trump Sebut Uni Eropa Lemah, Makin Ngotot Ingin Kuasai Greenland
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
IMF Proyeksi Ekonomi G20 pada 2026 Tumbuh: Tertinggi India 6,2%, Indonesia 4,9%
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
DJKA Kerahkan Lokomotif Penolong CC300 Tangani Gangguan Akibat Banjir di Pekalongan-Sragi
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.