Polemik Denada dan Ressa Rizky Rossano Memanas, Mediasi Belum Hasilkan Kesepakatan

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Polemik antara Denada dan pemuda Banyuwangi, Ressa Rizky Rossano, yang diduga merupakan anak Denada, masih terus memanas. Konflik ini muncul lantaran Ressa menggugat Denada atas dugaan penelantaran anak.

Ressa mengaku bahwa dirinya merupakan anak kandung Denada yang ditelantarkan sejak lama. Ia menuntut ganti rugi sebesar Rp7 miliar atas perlakuan tersebut.

Untuk menyelesaikan masalah ini, dilakukan mediasi antara Denada dan Ressa pada Kamis (15/1/2026). Namun, mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan yang jelas.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.

“Penerimaan kuasa mediasi masih belum ada, tetapi sudah menyampaikan unek-unek sebagian yang dinyatakan oleh Denada. Intinya di dalam resume itu dia mau membuka pintu, mau menjalin komunikasi secara intens. Karena selama ini bertahun-tahun komunikasi itu sudah terjalin gitu,“ ujar Ronald Armada, dikutip dari YouTube Starpro Indonesia, Senin (19/1/2026).

Sebelumnya, ibu angkat Ressa, Ratih Puspita Dewi, yang biasa dipanggil Mama oleh Ressa, pernah mendatangi rumah Denada. Namun, kedatangannya tersebut tidak mendapat sambutan hangat.

“Padahal secara faktual, seperti yang Ressa bilang, ‘ibu saya itu datang ke Jakarta, ke rumahnya tidak dibukakan pintu 3 jam setengah. Berdiri di depan rumahnya, tidak dipersilahkan masuk di ruang tamunya,’” tutur Ronald.

Selain itu, nomor telepon untuk menghubungi Denada juga sudah diblokir oleh pihak Denada.

“Kemudian nomornya sudah diblokir, padahal sudah diberitahukan kepada Denada, Om (suami Ratih) akan datang. Gak pernah dibukakan padahal tujuannya bukan minta uang,” katanya.

Pihak Denada juga menolak untuk membicarakan soal uang selama mediasi. “Poin paling penting, sudah ada penolakan katanya tadi. Kalau kita berbicara tentang angka, katanya masih terlalu prematur untuk dibicarakan di ruang mediasi, mereka keberatan,” ungkap Ronald.

Menurut Ronald, ada beberapa poin yang diajukan dalam mediasi. “Padahal resume saya untuk mediasi itu ada beberapa poin, salah satunya adalah pengakuan anak. Nah, sekarang kalau pengakuan anak masih bisa dibicarakan, kita masih bisa memaafkan, masih bisa menjalin komunikasi lagi,” jelasnya.

 

Ronald menegaskan bahwa tuntutan nominal bisa fleksibel. “Saya ngomong kalau nominal itu fleksibel kok. Intinya saya bukan itu, intinya hanya untuk mengajari adab. Di mana orang-orang Jawa ini kalau sudah didatangin sama orang tuanya itu ya adabnya gimana gitu,” tutupnya.

Hingga saat ini, komunikasi antara Denada dan Ressa masih berjalan dengan hati-hati. Kedua belah pihak tampaknya masih mencari jalan untuk memperbaiki hubungan dan menyelesaikan persoalan ini.

Mediasi selanjutnya kemungkinan akan tetap fokus pada pengakuan anak dan perbaikan komunikasi. Sementara soal pembicaraan ganti rugi, pihak Denada menilai hal itu masih terlalu prematur untuk dibahas. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Saksi: Nadiem Cari Orang Bukan Ahli di Pendidikan untuk Jabatan Dirjen
• 7 jam laludetik.com
thumb
Trump: Dunia Tak Akan Aman Kecuali AS Kuasai Greenland
• 2 jam laludetik.com
thumb
OTT KPK di Madiun Terkait Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Dewan Pers dan Komnas HAM Teken MoU Perkuat Perlindungan Jurnalis
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pascabanjir, KAI Daop 8 Rekayasa Pola Operasi dan Batalkan Sejumlah Perjalanan Jarak Jauh
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.