Suriah dan SDF Capai Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Bergabung ke Pemerintah

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Suriah mengumumkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi. Kesepakatan ini mencakup penarikan pasukan SDF dari wilayah barat Sungai Efratm serta integrasi mereka ke dalam militer Suriah.

Mengutip media pemerintah Suriah, perjanjian yang disepakati pada, Minggu (18/1/2026) itu, tercapai setelah bentrokan beberapa hari antara tentara Suriah dan SDF di wilayah timur laut negara tersebut. Kedua pihak sebelumnya terlibat pertempuran memperebutkan pos-pos strategis dan ladang minyak, di sepanjang Sungai Efrat.

Ahmed al-Sharaa Presiden Suriah dalam pernyataannya di Damaskus, mengatakan kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi masuknya institusi negara Suriah ke tiga provinsi timur dan utara yang selama ini dikuasai SDF, yakni Al-Hasakah, Deir Az Zor, dan Raqqa.

“Kami mengimbau suku-suku Arab untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan bagi implementasi penuh dari kesepakatan ini,” kata Al-Sharaa seperti dikutip Al Jazeera, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan bahwa kesepakatan ini juga mengatur penggabungan pasukan SDF ke dalam struktur militer Suriah. Selain itu, pengelolaan penjara dan kamp yang menampung tahanan ISIL (ISIS) yang selama ini berada di bawah kendali SDF akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab hukum dan keamanan pemerintah Suriah.

Dalam perjanjian tersebut, SDF juga akan mengajukan daftar nama calon pemimpin untuk mengisi posisi penting di bidang militer, keamanan, dan sipil dalam pemerintahan pusat. Langkah ini disebut sebagai upaya membangun kemitraan nasional.

Pengumuman ini disampaikan al-Sharaa setelah bertemu Tom Barrack, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah, di Damaskus. Mazloum Abdi Kepala SDF sejatinya dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut, namun perjalanan ditunda karena faktor cuaca.

Media Kurdi Rudaw melaporkan bahwa Mazloum Abdi akan mengunjungi Damaskus pada Senin dan dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden al-Sharaa. Ia juga disebut telah mengonfirmasi kesediaan SDF untuk menarik pasukan dari provinsi Deir Az Zor dan Raqqa.

Tom Barrack menyambut baik kesepakatan gencatan senjata tersebut. Melalui akun X, ia menyebutnya sebagai “titik balik penting, ketika mantan lawan memilih kemitraan dibanding perpecahan”.

“Al-Sharaa Presiden telah menegaskan bahwa masyarakat Kurdi adalah bagian integral dari Suriah. Amerika Serikat menantikan integrasi yang mulus dari mitra bersejarah kami dalam memerangi ISIS ke dalam struktur negara Suriah, seiring berlanjutnya perjuangan melawan terorisme,” tulis Barrack.

Sementara itu, Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki juga membahas perkembangan terbaru di Suriah dengan Al-Sharaa Presiden melalui sambungan telepon. Erdogan menegaskan bahwa Ankara akan terus mendukung Damaskus.

Menurut pernyataan kepresidenan Turki, Erdogan menekankan bahwa “penghapusan terorisme sepenuhnya dari wilayah Suriah sangat penting, baik bagi Suriah maupun bagi stabilitas kawasan”.

Turki selama ini menentang keberadaan SDF karena menganggap kelompok tersebut sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang oleh Ankara dikategorikan sebagai organisasi teroris. (bil/saf/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waka Komisi VIII DPR: Biduan di Panggung Isra Mikraj Bukan Masalah Sepele
• 12 jam laludetik.com
thumb
Beckham Putra Ungkap Golnya ke Gawang Persija Dilirik John Herdman
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kabasarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan Menhub Dudy Purwagandhi Tiba di Posko Tompo Bulu
• 8 jam lalufajar.co.id
thumb
Menerka “Kartu AS” Kaesang di Balik Ambisi Jadikan Jateng Kandang Gajah pada Pemilu 2029
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Jembatan Nyaris Tuntas, Desa Lubuk Sidup Aceh di Ambang Kebebasan dari Isolasi
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.