PELALAWAN, iNews.id - Tiga harimau Sumatera muncul di Pelalawan, Riau, dan menggegerkan warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti. Kemunculan satwa dilindungi itu membuat masyarakat dihantui ketakutan, terutama saat beraktivitas ke kebun dan pada malam hari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di pinggir Jalan Lintas Bono. Lokasi itu merupakan jalur penghubung dari Desa Pulau Muda menuju Kota Kabupaten Pelalawan dan Kecamatan Teluk Meranti.
Kemunculan tiga harimau tersebut terekam warga dan videonya beredar luas di media sosial. Hewan buas ini terlihat berada di pinggir jalan lintas yang cukup ramai dilalui warga.
Kepala Desa Pulau Muda Andika, membenarkan kemunculan tiga ekor harimau Sumatra di wilayahnya. Informasi itu pertama kali diterimanya dari warga yang sempat mengabadikan kejadian tersebut.
Menurut keterangan warga, harimau muncul di Parit Naga, perbatasan Desa Pulau Muda dengan kawasan hutan tanaman industri PT Arara Abadi. Ketiganya keluar dari dalam tanaman kayu akasia saat warga hendak pulang dari kebun.
“Yang muncul satu induk harimau, sedangkan dua ekor lainnya masih kecil,” ujar Andika.
Malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, Andika bersama beberapa warga mendatangi lokasi untuk memastikan informasi tersebut. Hasilnya, tiga harimau Sumatera itu masih berada di lokasi yang sama.
“Tiga ekor harimau itu masih berada di lokasi yang sama. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, malam itu kepala desa menghubungi Kepala Polisi Sektor Teluk Meranti dan dirinya juga meminta masyarakat tidak keluar rumah,” katanya.
Pada Senin pagi (19/1/2026), ditemukan banyak jejak kaki harimau di sekitar tenda tempat karyawan PT Arara Abadi menginap. Para pekerja bagian penanaman kayu akasia langsung berkemas dan meninggalkan lokasi demi keselamatan.
Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Boby Even, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terkait kemunculan induk harimau bersama dua anaknya.
BBKSDA Riau berjanji segera turun ke lokasi untuk mengantisipasi potensi konflik antara satwa dan manusia. Sementara itu, Polsek Teluk Meranti telah menurunkan personel untuk memantau pergerakan harimau agar tidak masuk ke permukiman warga.
Sambil menunggu kedatangan tim BBKSDA Riau, Kapolsek Teluk Meranti mengimbau warga Desa Pulau Muda untuk meningkatkan kewaspadaan.
Warga diminta berhati-hati saat keluar rumah dan pergi ke kebun. Masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas di luar rumah pada malam hari demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Original Article
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/202574-lulusan-penerima-beasiswa-LPDP-2025.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476439/original/003157300_1768750143-9dab4ac8-4b09-4ef0-85ed-4188c1174e2b.jpg)

