tvOnenews.com - Pergerakan tanah yang melanda lima kecamatan di wilayah setempat mengakibatkan 54 rumah warga mengalami kerusakan dan puluhan lainnya dalam kondisi terancam.
Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Senin, mengatakan pergerakan tanah tersebut merupakan dampak dari cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak awal Januari.
"Pergerakan tanah teridentifikasi di lima kecamatan, yakni Kecamatan Mancak, Cikeusal, Cinangka, Padarincang, dan Waringin Kurung. Total ada 54 rumah yang terdampak langsung," ujar Ajat.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Serang, tingkat kerusakan akibat labilnya kondisi tanah tersebut cukup signifikan. Dari 54 rumah yang terdampak, 43 unit diantaranya mengalami rusak berat, lima unit rusak sedang, dan enam unit rusak ringan.
Selain kerusakan fisik bangunan yang sudah terjadi, Ajat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi perluasan dampak. Pihaknya mencatat terdapat 97 unit rumah yang masuk dalam kategori potensi terdampak jika pergerakan tanah terus berlanjut.
"Selain hunian warga, terdapat dua fasilitas umum yang juga terdampak longsor atau pergerakan tanah ini," tambahnya.
Secara umum, bencana hidrometeorologi di Kabupaten Serang tidak hanya berupa pergerakan tanah, namun juga banjir dan angin kencang yang meluas hingga ke 72 desa di 25 kecamatan. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat mengingat estimasi tingkat ancaman masih berada di level sedang hingga tinggi.
Ajat mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah miring dan labil, untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Masyarakat diminta siap melakukan evakuasi mandiri apabila melihat tanda-tanda keretakan tanah atau kenaikan aliran sungai yang signifikan, mengingat potensi cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi hingga 22 Januari 2026," katanya.(chm)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471326/original/075133300_1768283646-John_Herdman_-5.jpg)

