Grid.ID - Dewi Perssik kembali menjadi perhatian publik setelah pernyataannya soal jodoh menjadi sorotan. Pedangdut tersebut menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru dalam urusan pasangan hidup.
Dewi mengaku kini lebih menikmati fase hidup yang sedang dijalaninya. Ia tidak ingin tekanan soal pernikahan justru mengganggu ketenangan batinnya.
“Untuk urusan pasangan, enggak dulu,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kasawan Gandaria, Jakarta Selatan, Minggu (18/01/2026).
Menurut Dewi Perssik, jodoh bukan sesuatu yang harus dipaksakan. Ia percaya setiap orang memiliki waktunya masing-masing dalam menjalani hubungan.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan menikah harus lahir dari kesiapan, bukan sekadar tuntutan lingkungan. Dewi Perssik memilih untuk bersikap realistis dan jujur pada dirinya sendiri.
“Aku masih ingin santai dan menikmati hidup,” kata Dewi Perssik.
Dalam kesempatan itu, Dewi juga menyinggung pentingnya menjaga perasaan banyak pihak. Ia tidak ingin langkah yang diambilnya justru menyakiti orang lain.
Baginya, hubungan yang sehat dimulai dari niat yang baik dan sikap saling menghormati. Hal tersebut menjadi prinsip yang selalu ia pegang.
“Aku tidak ingin menyakiti hati siapa pun,” ucap Dewi Perssik.
Meski santai soal jodoh, Dewi Perssik menegaskan dirinya tetap terbuka untuk bersilaturahmi. Ia menilai pertemanan dan hubungan baik jauh lebih penting untuk dijaga.
Dewi Perssik juga menyebut dirinya senang berinteraksi dengan banyak orang tanpa harus dibebani ekspektasi berlebihan. Hal itu membuat hidupnya terasa lebih ringan.
“Kalau dikenalin, itu namanya silaturahmi,” tutur Dewi Perssik.
Sikap Dewi Perssik tersebut mendapat respons beragam dari publik. Banyak yang menilai pernyataannya mencerminkan kedewasaan dan keteguhan prinsip.
Dewi Perssik pun menegaskan tidak ingin hidupnya dikendalikan oleh opini luar. Ia memilih berjalan sesuai ritme dan keyakinannya sendiri.
Dengan sikap santai dan terbuka, Dewi Perssik menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu soal status. Baginya, ketenangan dan kejujuran pada diri sendiri adalah hal utama. (*)
Artikel Asli



