Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Timnas Jepang menutup fase grup Piala Dunia 2022 dengan hasil mengejutkan. Tim Samurai Biru menumbangkan Spanyol 2-1 pada laga terakhir Grup E di Stadion Internasional Khalifa, Al Rayyan, dan memastikan diri lolos sebagai juara grup, pada 2 Desember 2022 silam.
Dalam pertandingan yang disaksikan 44.851 penonton itu, Spanyol sempat unggul lebih dulu lewat Alvaro Morata pada menit ke-11. Namun Jepang bangkit di babak kedua melalui gol Ritsu Doan (48’) dan Ao Tanaka (51’).
Hasil ini melengkapi pekan luar biasa Jepang di Qatar. Setelah sebelumnya menaklukkan Jerman 2-1, Jepang sukses menyingkirkan dua mantan juara dunia untuk memuncaki grup yang sejak awal dijuluki grup neraka.
Dari Underdog Jadi Pemuncak Grup
Sebelum turnamen dimulai, peluang Jepang melaju jauh terbilang tipis. Tergabung satu grup dengan Jerman dan Spanyol, dua dari tiga juara dunia terakhir, ekspektasi terhadap tim asuhan Hajime Moriyasu cenderung rendah.
Meski demikian, kemenangan atas Jerman di laga pembuka memberi kepercayaan diri bahwa Jepang mampu bersaing. Kekalahan dari Kosta Rika di pertandingan kedua membuat situasi semakin rumit, memaksa Jepang meraih hasil positif melawan Spanyol untuk lolos ke fase gugur.
Jalannya Pertandingan
(Foto: Momen Penyerang Sayap Timnas Jepang Ritsu Doan Merayakan Gol Penyama Kedudukan saat Melawan Spanyol di Piala Dunia 2022 (Dok. FIFA))
Spanyol mengawali laga dengan dominasi penguasaan bola. Gol Morata lahir dari situasi sederhana setelah ia lepas dari kawalan Maya Yoshida dan Ko Itakura untuk menyambut umpan silang Cesar Azpilicueta.
Babak pertama sepenuhnya menjadi milik La Roja. Jepang lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan. Namun perubahan taktik Moriyasu di babak kedua menjadi titik balik.
Ritsu Doan, yang masuk sebagai pemain pengganti, kembali menjadi pembeda seperti saat melawan Jerman. Baru satu menit berada di lapangan, Doan melepaskan tembakan keras dari sisi kanan kotak penalti yang gagal dibendung Unai Simon.
Tiga menit berselang, Doan kembali terlibat. Umpan silangnya diteruskan Kaoru Mitoma yang menjaga bola tetap hidup di garis akhir sebelum Ao Tanaka menyelesaikannya menjadi gol kedua Jepang.
Spanyol sempat terkejut dan berada di ambang tersingkir saat Jerman tertinggal dari Kosta Rika di laga lain. Namun dua gol Kai Havertz memastikan Spanyol tetap lolos, meski hanya sebagai runner-up grup.
Kata-kata sang Juru Taktik
(Foto: Momen Gelandang Timnas Jepang Ao Tanaka Mencetak Gol Kemenangan ke Gawang Spanyol (Dok. FIFA))
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu memuji perjuangan anak asuhnya dan dukungan publik Jepang. Juru taktik yang masih menangani Takefusa Kubo dan kawan-kawan ini merasa negaranya susah bersaing di level dunia.
“Terima kasih besar kepada para pendukung dan seluruh masyarakat Jepang. Berkat mereka, kami bisa melewati pertandingan sulit ini. Saya senang bisa mempersembahkan kemenangan ini. Para pemain menunjukkan wajah baru Jepang yang mampu bersaing di level dunia,” kata Moriyasu yang dikutip dari laman FIFA, Senin, 19 Desember 2026.
Sementara itu, pelatih Spanyol kala itu Luis Enrique mengakui timnya pantas kalah. Pria yang kini menukangi klub Paris Saint-Germain (PSG) tersebut merasa kecewa atas dua gol cepat yang membuat anak asuhnya runtuh.
“Dalam sepak bola, Anda pantas menang atau tidak, dan kami tidak pantas menang. Dalam lima menit Jepang mencetak dua gol dan kami runtuh. Kami lolos, tetapi saya sama sekali tidak punya alasan untuk merayakan,” ujar Enrique.
Catatan Penting
(Foto: Momen Kemenangan Bersejarah Jepang atas Spanyol (Dok. FIFA))
Kemenangan ini menandai kali kedua Jepang menjadi juara grup Piala Dunia, setelah edisi 2002. Jepang juga mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur di dua edisi beruntun untuk pertama kalinya.
Menariknya, Jepang hanya menguasai 18 persen penguasaan bola, angka terendah bagi tim pemenang dalam pertandingan Piala Dunia sejak data dicatat pada 1966.
Bagi Spanyol, gol Morata menjadi gol kesembilannya di turnamen besar, hanya kalah dari David Villa dalam sejarah timnas Spanyol.
Editor: Redaksi TVRINews





