Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan kanker payudara menjadi penyebab kematian nomor satu akibat kanker pada perempuan.
Namun, ia menyebut, peluang kesembuhan sangat besar jika kanker payudara terdeteksi sejak stadium awal.
“Ini khusus untuk wanita. Karena ini pembunuh nomor satu di kanker. Dengan teknologi sekarang, yang wanita kalau kanker payudara ketahuan stadium satu, itu 90 persen bisa disembuhkan,” jelas Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).
Sebaliknya, keterlambatan deteksi disebut berdampak fatal. Budi menekankan kanker payudara yang baru terdeteksi pada stadium lanjut memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi.
“Tapi kalau ketahuan stadium tiga, 90 persen itu wafat,” ujarnya.
Menurut Budi, strategi penanganan kanker sejatinya sederhana, yakni dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin agar pengobatan bisa dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih parah.
“Sehingga strategi kanker sebenarnya sederhana, temukan sedini mungkin dan obati. Cuma orang-orang kita itu kalau nggak benjol duluan, dia nggak mau periksa,” kata Budi.
Untuk meningkatkan deteksi dini, Kementerian Kesehatan mulai melakukan skrining kanker payudara di puskesmas dengan memanfaatkan teknologi ultrasonografi (USG).
Dari hasil pilot project tersebut, Budi mengungkapkan temuan kasus kanker payudara yang cukup signifikan.
“Kelihatan dari 20.000 (orang), ini masih kita pilot project ya, ketemu yang terdiagnosa kanker 1.400 (orang),” jelasnya.
Ia menegaskan, tanpa intervensi medis, ribuan perempuan yang terdeteksi berisiko kehilangan nyawa akibat kanker payudara.
“Ini didiemin, meninggal tuh 1.400. Udah pasti meninggal,” tegasnya.
Budi optimistis, jika skrining kanker payudara diperluas secara masif dan diikuti dengan pengobatan yang tepat, banyak nyawa perempuan Indonesia dapat diselamatkan.
“Nah, ini bayangkan yang di abnormal baru 20.000. Kalau kita nanti masifkan, kemudian kita ikuti. Nah itu saya rasa bisa menyelamatkan banyak nyawa untuk wanita-wanita kita ya. Karena ini pembunuh nomor satu untuk cancer,” tutup dia.





