GenPI.co - Hutan di Australia kehilangan pohon dengan kecepatan yang makin tinggi seiring meningkatnya suhu akibat perubahan iklim.
Hal itu terungkap dalam studi yang menganalisis data selama beberapa dekade dan memperingatkan bahwa tren tersebut kemungkinan merupakan sebuah "fenomena yang meluas".
Penelitian ini memanfaatkan data inventarisasi hutan dari sekitar 2.700 petak yang tersebar di Australia.
Area yang diteliti mencakup beragam ekosistem, mulai dari hutan lembap beriklim sejuk hingga wilayah sabana yang kering.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat, para peneliti secara khusus mengecualikan kawasan yang terdampak penebangan, pembukaan lahan, dan kebakaran hutan.
Dengan demikian, mereka bisa meneliti perubahan kematian alami pohon yang terjadi tanpa gangguan besar dari aktivitas manusia atau bencana.
"Hasil yang kami temukan menunjukkan bahwa angka kematian pohon terus bertambah dari waktu ke waktu," ujar peneliti dari Universitas Western Sydney Belinda Medlyn, dilansir AFP, Minggu (18/1).
Dia mengatakan peningkatan ini sangat mungkin berkaitan erat dengan kenaikan suhu global.
Sejak era pra-industri, suhu rata-rata Bumi telah meningkat hampir 1,2 derajat Celcius, dengan sebagian besar pemanasan tersebut terjadi dalam 50 tahun terakhir.
Dalam kondisi normal, tingkat kematian pohon memang berfluktuasi akibat berbagai gangguan alam.
Namun, studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Plants ini menunjukkan bahwa tren peningkatan kematian pohon tetap konsisten, meski faktor-faktor tersebut telah diperhitungkan.
Besarnya peningkatan kematian pohon berbeda-beda di empat bioma yang disurvei, dengan lonjakan paling tajam terjadi di sabana tropis.
Di wilayah itu, jumlah pohon yang mati meningkat rata-rata 3,2 persen per tahun.
Penelitian ini juga menemukan bahwa peningkatan kematian pohon tidak diimbangi pertumbuhan pohon baru.
"Kondisi ini membuat kapasitas penyimpanan karbon hutan menurun seiring waktu," kata Medlyn. (*)
Simak video berikut ini:




