Damaskus dan Kelompok Bersenjata Kurdi Mencapai Kesepakatan Gencatan Senjata di Suriah

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Otoritas Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi utama mencapai kesepakatan besar untuk menghentikan permusuhan pada 18 Januari, lapor Reuters.

Kesepakatan tersebut mengatur pengalihan struktur sipil dan militer yang sebelumnya berada di bawah kendali Kurdi ke pemerintahan Damaskus, yang secara efektif membatalkan status semi-otonom wilayah timur laut negara itu.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang telah menguasai wilayah-wilayah ini selama lebih dari satu dekade, setuju untuk menarik unit-unit mereka dari Provinsi Deir ez-Zor dan Raqqa. Ini adalah wilayah yang penting secara strategis: Deir ez-Zor adalah daerah penghasil minyak dan biji-bijian utama, sementara Raqqa memiliki pembangkit listrik tenaga air di Sungai Eufrat.

Kesepakatan 14 poin, yang ditandatangani oleh Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa dan komandan SDF Mazloum Abdi, mengatur integrasi pasukan Kurdi ke dalam struktur kementerian pertahanan dan dalam negeri Suriah sebagai unit terpisah.

Damaskus juga mengambil alih kendali perbatasan, ladang minyak dan gas, serta penjara dan kamp yang menahan militan ISIS.

Pada saat yang sama, perjanjian tersebut mencakup konsesi terbatas kepada pihak Kurdi, termasuk hak untuk mengusulkan kandidat untuk posisi tertentu di pemerintahan pusat dan pengangkatan gubernur di Provinsi Kurdi Hasakah melalui konsensus.

Dokumen tersebut juga mewajibkan SDF untuk menyingkirkan perwakilan non-Suriah dari wilayah tersebut yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan.

Utusan khusus AS, Tom Barrack menyebut perjanjian itu sebagai “titik balik,” sementara Kementerian Luar Negeri Turki menyambut baik kesepakatan tersebut, menekankan pentingnya persatuan dan integritas teritorial Suriah.

Situasi di Suriah

Laporan sebelumnya mengatakan ketegangan telah meningkat di Aleppo antara otoritas baru Suriah dan pasukan Kurdi, yang takut pada pemerintahan Presiden Ahmed al-Sharaa.

Puluhan pejuang Kurdi meninggalkan Aleppo. Pada saat yang sama, tentara Suriah mengatakan bahwa mereka terus melanjutkan operasi untuk membersihkan kota, di mana, menurut data mereka, kelompok-kelompok bersenjata masih bertahan meskipun gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya.

Akibat pertempuran di Aleppo, jalan raya utama menuju Turki dan pabrik-pabrik di zona industri kota ditutup.

Ada juga laporan bahwa Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa menunda kunjungan ke Jerman di tengah pertempuran dengan Kurdi. Perjalanan tersebut dijadwalkan pada hari Senin dan Selasa, 19 dan 20 Januari, tetapi ditunda tanpa tanggal baru yang ditetapkan.

Di antara topik utama pembicaraan dengan Kanselir Federal Jerman, Friedrich Merz, sejumlah menteri, dan perwakilan kalangan bisnis Jerman adalah pemulangan pengungsi Suriah dan kemungkinan partisipasi Jerman dalam rekonstruksi pasca-perang negara itu setelah hampir 14 tahun konflik sipil.(yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Beijing Gerak, Operasi Drone China Diam-diam Masuki Taiwan
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
1,2 Juta Hektare Kawasan Hutan di Sumatera Beralih Fungsi Jadi Aktivitas Tambang
• 24 menit laluidxchannel.com
thumb
Perputaran Uang di Taman Nasional Gunung Rinjani Tembus Rp182 Miliar per Tahun
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 Telah Sesuai Prosedur
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Fakta-Fakta Banjir di Jalur Rel Kereta Api: 116 KA Batal, Puluhan Ribu Penumpang Terdampak
• 14 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.