JAKARTA, KOMPAS.TV- Banjir yang melanda sejumlah titik jalur kereta api di wilayah utara Jawa, khususnya jalur Pekalongan-Sragi berdampak besar terhadap perjalanan kereta api penumpang dan barang sejak Jumat (16/1/2026) hingga Senin (19/1/2026).
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, gangguan tersebut menyebabkan puluhan ribu penumpang terdampak, ratusan perjalanan terganggu, serta puluhan kereta api harus dibatalkan demi menjaga keselamatan perjalanan.
Baca Juga: Imbas Pembatalan Keberangkatan Kereta Api, Bus Jurusan Jakarta Ramai Penumpang
Berikut fakta-fakta dampak banjir terhadap operasional kereta api:
1. Kronologi Banjir di Jalur Kereta Api16 Januari 2026
- Hujan deras meningkatkan debit air dan memicu genangan di sejumlah lintasan KA.
17 Januari 2026
- Pukul 00.45 WIB, banjir menggenangi emplasemen Stasiun Pekalongan dan petak Pekalongan-Sragi.
- Genangan sempat surut, namun hujan kembali turun dan ketinggian air mencapai 23 cm.
18 Januari 2026
- Pukul 05.00 WIB, tanggul sungai jebol dan menimbulkan banjir di titik baru.
- KAI melakukan pengangkatan jalur dan penambahan balas.
- Banjir juga terjadi di petak Jakarta Kota-Kampung Bandan.
19 Januari 2026
- Pukul 01.30 WIB, jalur Sragi-Pekalongan kembali bisa dilalui.
- Pukul 05.10 WIB, KA melintas dengan kecepatan terbatas 30 km/jam.
- Di Kampung Bandan, kecepatan dibatasi 20 km/jam.
Baca Juga: BMKG Perkirakan Puncak Musim Hujan Hingga Februari
2. Total Perjalanan KA yang TerdampakDalam periode 16-19 Januari 2026, KAI mencatat:
- 116 perjalanan KA penumpang dibatalkan
- 16 perjalanan KA barang dibatalkan
Penulis : Dina Karina Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber :
- banjir pekalongan
- banjir rel kereta
- banjir kereta pekalongan srigi
- banjir rel kampung bandan
- rel kereta api
- pt kai





