Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, NTT
Marsianus Jawa, kembali dilantik sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (Ikebana) Kupang untuk periode ketiga 2026–2031. Pelantikan berlangsung usai Misa Syukur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikebana Kupang di Aula Eltari, Kota Kupang, Sabtu malam, 17 Januari 2026.
Pelantikan pengurus dilakukan Ketua Dewan Penasihat Ikebana, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD, dan disaksikan Gubernur Nusa Tenggara Timur yang diwakili Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Wali Kota Kupang, Forum Pembauran Kebangsaan, serta undangan lain. Sekitar seribu anggota Ikebana memadati Aula Eltari dengan mengenakan busana adat Nagekeo.
Dalam homilinya, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD, menekankan kepengurusan Ikebana sebagai panggilan rohani untuk melayani serta menjadikan organisasi sebagai rumah yang aman bagi seluruh anggota.
"Ikebana dipanggil untuk menjadi komunitas yang merangkul bukan menghakimi, Keluarga yang menyembuhkan bukan menyikirkan. Komunitas yang halil bukan menjauh. Pelantikan pengurus Ikebana bukan hanya amat organisasi tetapi sebuah panggilan rohani, para pengurus diurapi secara batin untuk melayani dengan kerendahan hati, menjadi teladan, mengutkan keluarga-keluarga yang lemah, dan menjadikan Ikebana rumah yang aman dan nyaman bagi para anggotanya," ungkap Pater Stef.
Pater Rektor Unika Widya Mandira Kupang itu juga mengingatkan makna kepemimpinan dalam organisasi.
"Pengurus bukan orang-orang yang paling mampu, melainkan orang-orang yang bersedia dipakai Allah. Bukan dia memanggil orang-orang yang sudah sempurna, Tetapi Ia menyempurnakan mereka yang setia dan bertanggung jawab dalam bekerja," ujarnya.
Gubernur NTT melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi NTT, Kanisius H. M. Mau, mengajak Ikebana berperan aktif mendukung pembangunan daerah, terutama penanganan stunting, perlindungan perempuan dan anak, penguatan pendidikan, serta pengembangan ekonomi lokal.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan kekuatan kota berakar pada keluarga dan komunitas.
“Kalau Kota Kupang mau kuat, maka keluarga-keluarga yang ada di Kota Kupang juga harus kuat. Dan keluarga itu bisa hadir di mana saja, di lingkungan kerja, komunitas, diaspora, termasuk di Ikebana seperti malam hari ini,” kata dr. Christian Widodo.
Ia mengapresiasi kontribusi Ikebana dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan Kota Kupang. Menurutnya, berbagai capaian strategis sepanjang 2025 turut ditopang peran komunitas.
"Sejumlah prestasi yang diraih Kota Kupang antara lain masuk 10 besar Indeks Kota Toleran, penghargaan Kota Damai dan Inklusif, TP2DD terbaik wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, hingga peringkat pertama nasional dalam perencanaan pembangunan dari Bappenas. Selain itu, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang berdasarkan survei Universitas Nusa Cendana mencapai 80,1 persen dalam delapan bulan kepemimpinannya bersama Waki Wali Kota, Serena C. Francis," tegasnya.
Ketua Umum Ikebana Kupang, Marsianus Jawa, mengajak seluruh anggota menjaga solidaritas serta memberi kontribusi nyata bagi organisasi.
"Saya terpilih untuk ketiga kalinya bukan saya yang terbaik, saya tidak punya apa-apa. Tetapi karena kepercayaan dari kakak - kakak, para senior, para ketua paguyupan, yang masih memberikan beban kepada saya, semua mereka bersepakat bahwa karena ada program yang belum saya selesaikan, maka kami dipilih untuk lanjut. Oleh karena itu, pada tempat ini, kepada para pengurus, apa yang kita mau urus? Kalau dana sosial hari ini, 10 ribu per KK aman terkendali. kapan ada keduakaan, kita tinggal ambil dari kas. Namun ada satu keinginan mulia kita ada sebuah tempat pemakaman umum/TPU, khusus untuk keluarga Ikebana. Kami sudah beli tanah tetapi baru Rp. 75 juta kami bayar dan kita masih butuh Rp. 300 juta, Karena rekening kita ada Rp70 juta hari ini, sisanya kita usahakan bersama agar bisa bayar supaya bisa tambah Rp.105 juta kepada pemilik tanah, kita sudah boleh pakai lahan ini," tutup mantan Penjabat Bupati Lembata.
Panitia pelaksana melalui Raymundus Mega menyampaikan terima kasih kepada para donatur, ketua paguyuban asal Nagekeo di Kupang, serta mahasiswa Permasna yang mendukung kelancaran kegiatan.
Pantauan TVRINews.com, perayaan Natal bersama dan pengukuhan pengurus berlangsung hangat dan penuh semangat persaudaraan. Acara dimeriahkan tarian kreasi daerah Nagekeo oleh mahasiswa Permasna, menegaskan Ikebana sebagai rumah besar diaspora Nagekeo yang siap bersinergi membangun Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur yang inklusif dan berdaya.
Editor: Redaktur TVRINews




