Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons soal banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Kudus dan Pati, Jawa Tengah.
Banjir di Kudus terjadi sejak Jumat (9/1). Kondisi itu membuat debit Sungai Gelis, Piji, dan Dawe meluap dan merendam ribuan rumah di Kecamatan Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Kaliwungu.
Sedangkan di Pati, 21 kecamatan di Pati terdampak banjir hingga tanah longsor.
Prasetyo menuturkan, masalah banjir ini menjadi pekerjaan rumah (PR) pemerintah.
"Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya," kata Pras dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1).
Prabowo Sudah Terima LaporanPras menjelaskan, laporan mengenai banjir telah diterima Presiden Prabowo Subianto bersamaan dengan laporan musibah lain yang terjadi akibat cuaca ekstrem.
"Ini sama dengan yang tadi musibah pesawat di Maros. Jadi pada waktu itu juga pada saat hari Sabtu ratas, Bapak Presiden mendapatkan laporan juga karena memang hari itu kan puncak hujannya cukup tinggi yang menyebabkan di beberapa tempat terjadi banjir, kemudian terjadi tanah longsor," ujarnya.
Menurut Pras dampak hujan dengan intensitas tinggi juga dirasakan di wilayah lain, termasuk di Jakarta.
"Ada juga di Jakarta Utara banyak RT-RW yang tergenang. Ada juga tanggul yang jebol. Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," kata dia.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kunjungan Prabowo ke wilayah Jawa Tengah yang terdampak banjir dan telah berlangsung hampir sepekan, Pras belum memberikan kepastian. Ia hanya menyampaikan singkat.
"Nanti kita rencanakan," tandasnya.




