Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan melayani total 5,9 juta penumpang pada jaringan penerbangan domestik dan internasional. Capaian tersebut menegaskan peran strategis maskapai dalam mendukung pemulihan mobilitas udara dan pariwisata Indonesia.
Direktur Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin, mengungkapkan bahwa dari total penumpang tersebut, 1,9 juta di antaranya merupakan penumpang inbound atau wisatawan mancanegara, yang menunjukkan kontribusi signifikan AirAsia dalam mendukung arus kunjungan asing ke Tanah Air.
“Capaian ini menjadi bagian dari kinerja positif AirAsia Group di Indonesia, yang secara keseluruhan melayani 9,3 juta penumpang, termasuk 5,9 juta penumpang domestik dan penumpang internasional,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia membawa wisatawan mancanegara dari berbagai negara dengan pasar utama berasal dari Malaysia (29 persen), Australia (18 persen), Tiongkok (10 persen), Singapura (6 persen), dan Inggris (4 persen). Sementara itu, pasar lainnya menyumbang sekitar 33 persen.
Menurut Capt Achmad, komposisi ini menegaskan peran Indonesia AirAsia dalam memperkuat konektivitas udara sekaligus mendorong pemulihan dan pertumbuhan perjalanan internasional yang berkelanjutan.
Untuk mempermudah akses wisatawan ke berbagai destinasi, Indonesia AirAsia membangun jaringan penerbangan terintegrasi melalui 23 rute internasional dan 11 rute domestik, yang menjangkau enam negara dengan fokus kota utama seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan.
AirAsia juga mengembangkan konsep Fly & Flow, yaitu konektivitas lanjutan yang memungkinkan wisatawan menjangkau berbagai destinasi di Indonesia melalui satu titik transit. Skema ini memperluas akses ke kawasan Indonesia bagian timur sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan.
Lonjakan Penumpang Saat Nataru 2025/2026Kinerja positif juga tercermin pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Dalam rentang 18 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, Indonesia AirAsia melayani sekitar 410.000 penumpang, menyediakan 550.000 kursi, serta mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan.
Tingkat keterisian penumpang mencapai 85 persen, dengan dukungan 24 pesawat aktif dan satu pesawat cadangan. Maskapai juga menambah frekuensi di sejumlah rute, seperti Jakarta-Lampung, Jakarta-Silangit, dan Jakarta-Bali.
"Untuk destinasi favorit saat Nataru masih Denpasar. Sedangkan untuk periode yang paling banyak dipesan itu jelang Natal di tanggal 23-24 Desember hingga jelang tahun baru," ujarnya.
Memasuki 2026, Indonesia AirAsia melanjutkan momentum positif dengan menyiapkan ekspansi jaringan penerbangan. Untuk domestik, maskapai akan membuka rute yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Maluku, dan Lubuk Linggau, guna memperkuat konektivitas antardaerah, khususnya Indonesia bagian timur.
Sementara di pasar internasional, rute baru Denpasar-Melbourne dan Denpasar-Da Nang akan mulai dioperasikan pada 2026, guna memperluas akses wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya Bali, serta konektivitas lanjutan ke destinasi domestik lainnya.
Pada semester pertama 2026, operasional Indonesia AirAsia akan didukung oleh 25 pesawat aktif. Dari sisi jaringan, maskapai mengoperasikan 34 rute pada 2025, dan menargetkan pengembangan signifikan melalui optimalisasi kapasitas serta konektivitas lanjutan.
Selain rute langsung, Indonesia AirAsia juga mengoptimalkan layanan Fly-Through via Kuala Lumpur, yang menghubungkan penumpang dari Indonesia ke berbagai destinasi internasional seperti Jepang, Arab Saudi, Tiongkok, India, Korea Selatan, hingga Eropa dan Australia melalui jaringan AirAsia Group.
“Seluruh langkah ini mencerminkan kesiapan Indonesia AirAsia untuk tumbuh secara terukur dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pergerakan wisatawan inbound dan outbound,” tutup Achmad.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476404/original/006472900_1768745150-30062.jpg)

