JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, diberlakukan rekayasa lalu lintas menyusul pembangunan jaringan perpipaan air minum oleh PAM Jaya.
Proyek ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Juni 2026 dan berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Camat Pesanggrahan Angga Saputra mengatakan, pihaknya bersama jajaran telah meninjau langsung pekerjaan pembangunan jaringan pipa air untuk memastikan proyek berjalan lancar sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
“Hari ini kami bersama jajaran meninjau pekerjaan pembangunan jaringan pipa air untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat,” ujar Angga, Senin (19/1/2026), dikutip dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta.
Angga menyebutkan, seiring pelaksanaan proyek tersebut, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sejumlah ruas jalan.
“Proyek ini berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan yang cukup signifikan, terutama pada akses jalan di wilayah Kelurahan Pesanggrahan, Petukangan Selatan, dan sekitarnya,” katanya.
Baca juga: Ada Galian PAM di Fatmawati TB Simatupang, Rekayasa Lalin Diberlakukan hingga April
Daftar Ruas Jalan TerdampakMenurut Angga, rekayasa lalu lintas diterapkan di beberapa ruas utama, yakni:
- Jalan Bintaro Puspita
- Jalan Bintaro Permai
- Jalan Kodam Bintaro
- Jalan Pesanggrahan Indah
- Jalan Garuda
Pengaturan lalu lintas dilakukan secara intensif, terutama pada jam-jam krusial pagi dan sore hari untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, pengerjaan proyek ini berlangsung mulai 15 Januari hingga akhir Juni 2026,” beber Angga.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya kenyamanan selama proyek berlangsung.
Baca juga: Banyak Acara Digelar, Rekayasa Lalin Bakal Diterapkan di Kota Tua Akhir Januari
Angga meminta warga bersabar karena pembangunan jaringan pipa tersebut bertujuan meningkatkan kecukupan dan kualitas layanan air bersih.
“Saya meminta masyarakat dapat memaklumi adanya pengerjaan proyek ini. Personel di lapangan juga diharapkan dapat bahu-membahu untuk meminimalisir terjadinya kemacetan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Bernad Oktavianus Pasaribu mengatakan, pihaknya mengerahkan sedikitnya empat personel setiap hari untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi terdampak.
“Kami memberlakukan dua sif, pagi dan sore. Bukan hanya petugas kami saja yang bertugas di lapangan, unsur lainnya juga dilibatkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang melintas,” terangnya.
Bernad mengimbau para pengguna jalan agar mengikuti arahan petugas di lapangan, termasuk menggunakan jalur alternatif apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas.





