KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Madiun, Jawa Timur. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 15 orang, salah satunya Wali Kota Madiun, Maidi.
KPK mengkonfirmasi OTT di Madiun ini. Maidi dan pihak terkait langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
“Selanjutnya sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Senin (19/1).
KPK menyita uang ratusan juta rupiah dalam OTT ini. Para pihak yang diamankan berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring OTT.
Berikut sekilas profil MaidiMaidi merupakan Wali Kota Madiun periode 2024-2029. Ia terpilih dalam Pilkada 2024 bersama wakilnya, Bagus Panuntun, dengan dukungan 11 partai politik, yakni Golkar, Demokrat, PSI, PKB, Gerindra, NasDem, PAN, PPP, PBB, Hanura, dan Gelora.
Pada Pilkada 2024, Maidi yang merupakan petahana unggul dengan perolehan suara 56,04 persen. Ia mengalahkan dua pasangan calon lainnya, yakni Bonnie Laksamana-Bagus Rizki Dinarwan dan Inda Raya Ayu Miko Saputri-Aldi Dwi Prastianto.
Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi mengawali karier sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ia tercatat menjadi CPNS guru di SMP Negeri 2 Pilangkenceng pada 1988-1989, kemudian mengajar di SMUN 1 Madiun sejak 1989 hingga 2002. Ia sempat menjabat sebagai Kepala Sekolah SMUN 2 Madiun pada 2002.
Setelah itu, Maidi berkarier di birokrasi pemerintahan. Ia pernah menjabat Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun (2002-2003) serta Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun (2006-2009).
Jabatan terakhirnya sebelum terpilih menjadi Wali Kota Madiun adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, yang diembannya selama sembilan tahun, dari 2009 hingga 2018.




