World Economic Forum (WEF) menjadi platform strategis bagi Indonesia untuk promosi investasi, peningkatan daya saing global, perluasan jaringan, serta diplomasi ekonomi. Partisipasi Indonesia di WEF Davos bukan hanya langkah yang bersifat sementara, melainkan wujud konsistensi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
World Economic Forum tahun 2026 akan digelar di Davos, Swis. World Economic Forum mengangkat tema 'A Spirit of Dialog' akan dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta termasuk di antaranya 130 kepala negara atau kepala pemerintahan, kepala dari perusahaan-perusahaan hingga organisasi internasional.
Kota Davos tampak semakin ramai jelang WEF 2026. Penjagaan semakin diperketat untuk bisa memasuki area World Economic Forum, termasuk jalan-jalan paviliun dari berbagai negara, termasuk di antaranya adalah paviliun Indonesia.
Baca Juga :
Kanada Pertimbangkan Kirim Pasukan ke Greenland di Tengah Manuver TrumpAkan ada sejumlah poin yang menjadi fokus dari World Economic Forum tahun ini. Di antaranya adalah bagaimana membangun kerja sama global di dunia yang semakin terfragmentasi di tengah adanya konflik geopolitik antar negara ataupun di dalam antarkawasan.
Selain itu juga terkait dengan pertumbuhan ekonomi baru, investasi pada sumber daya manusia terkait dengan industri era kecerdasan buatan atau AI dan juga bagaimana mencapai kemakmuran dengan memperhatikan keberlangsungan lingkungan.
Agenda Indonesia dalam WEF 2026 dimulai pada Senin, 19 Januari 2026, diawali dengan soft opening dari Indonesia Pavilion yang berada di Davos. Selanjutnya pada 20 Januari akan ada sejumlah diskusi di antaranya diskusi krisis lapangan kerja dan juga peluang dari lapangan kerja di Indonesia dalam rangka memperkuat skill ataupun kemampuan bagi ketenagakerjaan Indonesia di tahun 2030.

