Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, memberikan apresiasi atas kinerja pasar saham yang terus menanjak di masa kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Terima kasih, Pak Purbaya," ujar Iman, dikutip dari Antara, Senin (19/1).
Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah dengan mencetak rekor tertinggi baru atau all time high (ATH) pada perdagangan sesi II, Senin (19/1). Pada pukul 14.50 WIB, IHSG tercatat menguat 39,58 poin atau 0,44 persen ke level 9.114,99.
Momentum positif tersebut terus berlanjut hingga akhir perdagangan, dengan kenaikan 58,46 poin atau setara 0,64% ke posisi 9.133,87. Capaian ini sekaligus mengalahkan rekor penutupan sebelumnya di level 9.075,40 yang tercatat pada Kamis (15/1).
Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Masa! IHSG Hari Ini Ditutup Naik Sentuh Level 9.133
Sepanjang 2025, IHSG tercatat mencetak rekor ATH sebanyak 24 kali dan tren tersebut masih berlanjut hingga awal 2026, bertepatan dengan periode kepemimpinan Purbaya sebagai Menteri Keuangan. Konsistensi penguatan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan arah kebijakan ekonomi nasional.
Sejalan dengan itu, Purbaya menyampaikan keyakinannya bahwa IHSG berpeluang menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini. Optimisme tersebut ditopang oleh ekspektasi perbaikan kondisi ekonomi serta semakin solidnya koordinasi kebijakan pemerintah dan otoritas pasar.
“Saya pikir memang itu optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan. Kalau saya lihat, fondasi ekonominya yang sudah membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah amat sinkron, harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, dan 6 (persen) bukan mustahil dicapai tahun ini,” ujar Purbaya.
Ia juga menegaskan bahwa target indeks di level tersebut bukanlah hal yang mustahil. “Tahun ini (IHSG) 10.000, itu bukan angka yang mustahil dicapai,” tambahnya.
Menurut Purbaya, membaiknya sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja emiten.
Baca Juga: Purbaya Optimis Ekonomi Bisa Tumbuh Lebih Cepat Jika 3 Sistem Ini Berjalan Baik
Koordinasi pemerintah dengan Bank Indonesia dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, sehingga menopang kinerja pasar saham dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan dukungan kebijakan yang semakin selaras serta prospek pertumbuhan laba perusahaan tercatat, IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan sepanjang 2026.
Adapun untuk tahun 2026, BEI tidak menetapkan target khusus bagi level IHSG. Namun, otoritas bursa menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp14,5 triliun, realisasi 50 initial public offering (IPO) baru, serta penambahan sekitar 2 juta investor baru di pasar modal Indonesia.




