Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

suara.com
5 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • SBY menilai dinamika global saat ini serupa pemicu Perang Dunia I dan II, dengan waktu diplomasi perdamaian semakin sempit.
  • Empat ciri utama munculnya pemimpin haus perang, persekutuan saling berhadapan, mobilisasi militer, dan geopolitik sangat panas.
  • SBY memperingatkan perang total berpotensi memusnahkan peradaban jika melibatkan penggunaan senjata nuklir antarnegara.

Suara.com - Melalui Narasi di akun resmi X Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, dunia saat ini tengah menunjukkan tanda-tanda yang identik dengan situasi menjelang pecahnya Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).

Menurut SBY, meski peluang untuk mencegah perang besar masih ada, celah waktu untuk melakukan diplomasi perdamaian terasa semakin sempit dari hari ke hari.

Ia menyoroti empat ciri utama yang membuat dinamika global saat ini sangat mirip dengan pemicu dua perang besar di abad ke-20.

Munculnya Kepemimpinan yang ‘Haus Perang’

SBY mengamati adanya kemunculan tokoh-tokoh kuat di panggung dunia yang memiliki kecenderungan agresif dan ambisius secara militer. Karakter kepemimpinan yang ia sebut "haus perang" ini dipandang sebagai salah satu faktor risiko terbesar yang dapat memicu konfrontasi fisik antarnegara.

Terbentuknya Persekutuan Negara yang Saling Berhadapan

Sama halnya dengan pengelompokan negara-negara pada masa lalu (seperti Blok Sekutu dan Poros), SBY melihat saat ini dunia kembali terbelah ke dalam persekutuan-persekutuan negara yang saling berhadapan secara frontal. Polarisasi ini dinilai mempercepat eskalasi konflik jika terjadi gesekan di satu titik wilayah.

Mobilisasi Militer dan Ekonomi Perang Secara Masif

Ciri ketiga yang sangat menonjol adalah pembangunan kekuatan militer besar-besaran secara global. SBY mencatat, negara-negara tidak hanya berlomba dalam kecanggihan senjata, tetapi juga mulai menyiapkan struktur ekonomi dan mesin industri mereka untuk mendukung kebutuhan perang jangka panjang.

Baca Juga: SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!

Geopolitik yang Panas

Ketegangan di berbagai wilayah strategis dunia saat ini dianggap telah mencapai titik didih. SBY menyebut situasi geopolitik sekarang benar-benar panas, di mana perselisihan kepentingan antar negara besar tidak lagi bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi biasa.

Ancaman Pemusnahan Peradaban

Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa jika perang total ini benar-benar pecah dan melibatkan senjata nuklir, dampaknya akan jauh lebih mengerikan dibanding perang-perang sebelumnya.

Ia merujuk pada berbagai studi yang memprediksi bahwa perang nuklir dapat memusnahkan harapan manusia dan menyebabkan kematian lebih dari lima miliar jiwa.

Dalam narasi yang ditulisnya, SBY juga menyayangkan sikap bangsa-bangsa di dunia yang seolah tidak belajar dari sejarah. Ia menyebut, meski tanda-tanda perang sudah terlihat nyata di depan mata, kesadaran dan langkah konkret untuk mencegah bencana tersebut justru tampak minim.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita 2 Pendaki Gunung Bulusarung Nyaris Kena Puing Pesawat ATR 42-500
• 12 jam laludetik.com
thumb
KAI Batalkan 82 Perjalanan Kereta Api Imbas Banjir di Jakarta dan Semarang
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
BeauPicks: 4 Produk Jagoan Buat Kamu Si Pencinta Contour Cool Tone!
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tim SAR Gabungan Temukan Kartu Identitas Milik Farhan Gunawan dan Dwi Murdiono, Ada KTP hingga Id Card
• 1 jam lalufajar.co.id
thumb
Sedang Sakit, Richard Lee Minta Pemeriksaan Ditunda hingga 4 Februari 2026
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.