Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, evaluasi pemulihan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar bakal dilakukan seminggu sekali.
Tito dipercaya jadi Kepala Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Kami terus bekerja di lapangan, baik di Aceh, saya meninjau daerah-daerah satu per satu, kemudian juga di Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ucap Tito dalam sebuah video yang diputar dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi II bersama Kemendagri di DPR, Senin (19/1).
Tito tak hadir langsung dalam rapat kerja ini karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Singapura. Meski begitu, ia menjamin Satgas yang ia pimpin terus bekerja.
“Setelah itu berkoordinasi kembali ke Jakarta, berkoordinasi dengan KL-KL. Kami akan melakukan evaluasi seminggu sekali, setelah melihat progres-progres yang ada,” tambahnya.
Eks Kapolri ini meminta Komisi II untuk senantiasa memberikan dukungan kepada Satgas. Menurutnya, dukungan itu akan membuat Satgas bekerja maksimal.
“Kami mohon dengan segala hormat dukungan dari pimpinan Komisi II dan seluruh anggota Komisi II untuk memberikan bantuan, baik untuk pengawasan, penganggaran, dan juga memberikan masukan-masukan kepada kami agar kami dapat bisa bekerja secara maksimal untuk kepentingan rakyat kita yang terdampak,” tutur Tito.
Tito melaporkan sejumlah progres pemulihan pascabencana seluruh Kabupaten/Kota di ketiga provinsi terdampak. Tito menyebut, sejumlah pemerintahan hingga akses jalan sudah pulih. Namun, masih ada beberapa daerah yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang memerlukan atensi khusus, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, kemudian Gayo Lues, dan Aceh Tengah,” ucap Tito.
Tito menjelaskan, permasalahan di wilayah perbukitan ada pada jalanan yang belum diperbaiki usai longsor. Sementara di area dataran rendah seperti Tamiang, lumpur masih menggenang.
“Prioritas utama adalah Aceh Tamiang. Kemudian, hampir semua pemerintahannya juga berjalan, kabupaten, kecuali belum maksimal di Aceh Tamiang. Pemerintahan provinsi berjalan lancar. Ada desa-desa yang terdampak,” ucap Tito.
Daerah Masih Perlu Perhatian KhususSementara di Sumatera Utara, Tito menyebut Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, hingga Langkat masih membutuhkan perhatian.
“Untuk Kabupaten Langkat, terutama fasilitas pendidikan, banyak yang rusak ringan maupun sedang. Ini memerlukan perhatian,” ucap Tito.
Terakhir, di Sumatera Barat, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, hingga Pesisir Selatan masih butuh perhatian khusus.
“Ini ada lumpur, jalan yang masih belum diperbaiki, kemudian ada jembatan,” ucap Tito.





