Tak Ikut Pola Hidup Sehat Umum, Nenek Tiongkok 101 Tahun Ini Sehat Berkat Ngemil dan Begadang Nonton Drama

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

 Dunia ini penuh keajaiban. Begadang dan makan camilan larut malam biasanya dianggap sebagai kebiasaan hidup yang tidak sehat. Namun, seorang nenek berusia 101 tahun di Zhejiang, Tiongkok, justru sebaliknya. Ia menonton televisi hingga lewat pukul 02.00 dini hari setiap malam sebelum tidur, dan jika lapar di malam hari masih makan camilan. Anehnya, pola hidup “berlawanan arah” ini justru membuat kesehatannya sangat baik.

EtIndonesia. Berdasarkan laporan berbagai media di daratan Tiongkok, lansia bernama Jiang Yueqin berasal dari Wenzhou, Provinsi Zhejiang. Di usia 101 tahun, ia tampak segar, bersemangat, dan giginya masih lengkap. Di balik gaya hidupnya yang terlihat “seenaknya”, ternyata ada “rahasia perawatan kesehatan” yang berbeda dari kebanyakan orang.

Putrinya, Yao Songping, mengatakan bahwa kebiasaan ibunya tidur larut baru muncul dalam dua tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sang ibu sangat rajin. Pada siang hari, ia selalu membereskan rumah hingga rapi, dan saat waktu luang ia keluar berjalan-jalan atau berjemur matahari.

Namun, setelah suatu kali terjatuh dan mengalami cedera pada tangan sehingga harus menjalani operasi, anak-anaknya merasa kasihan dan khawatir jika terlalu lelah akan mempengaruhi pemulihan. Karena itu, mereka tidak lagi membiarkannya mengerjakan pekerjaan rumah.

Setelah tidak lagi sibuk, sang ibu jadi banyak tidur di siang hari karena tidak ada kegiatan. Akibatnya, pada malam hari ia sulit tidur lebih awal. Ia pun menghabiskan waktu dengan menonton televisi, dan lama-kelamaan terbiasa tidur larut malam.

Yao Songping mengatakan, ibunya setiap malam selalu menyalakan televisi hingga lewat pukul 2 dini hari baru tidur, lalu bangun secara alami sekitar pukul 10 pagi. Karena itu, sarapan dan makan siang digabung menjadi satu, dan makan berikutnya baru dilakukan sekitar pukul 6 sore. Jika sekitar pukul 9 malam ia merasa lapar, ia akan makan sedikit camilan seperti biskuit.
“Walaupun tidurnya larut, kualitas tidurnya sama sekali tidak buruk. Begitu berbaring, dalam beberapa menit saja sudah tertidur,” ujar Yao.

Nenek Jiang seumur hidup belum pernah memasang gigi palsu dan tidak memiliki satu pun gigi tiruan. Nafsu makannya juga sangat baik. Camilan favoritnya adalah makanan khas Wenzhou bernama mati song (馬蹄鬆).

 “Dia makan mati song tanpa perlu mematahkannya, langsung dimasukkan ke mulut lalu dikunyah perlahan. Setiap hari harus makan dua potong, barulah puas,” kata Yao Songping.

Selain mati song, sachima dan ubi jalar juga merupakan makanan yang sering dikonsumsi nenek Jiang. Yao Songping tertawa sambil berkata, “Sachima lengket di gigi, dan beberapa jenis ubi teksturnya cukup keras. Kami yang masih muda saja merasa repot mengunyahnya, tapi ibu saya justru sangat suka.”

Selain kebiasaan tersebut, nenek Jiang dulu juga gemar bepergian.

Yao Songping mengatakan bahwa ketika ibunya berusia di atas 80 tahun, ia masih bepergian bersama ayahnya (yang kini telah meninggal) ke Hangzhou. Mereka bahkan menyewa tempat tinggal tidak jauh dari Danau Barat dan tinggal di sana selama lebih dari setengah tahun. Pada usia 89 tahun, ia masih mampu berjalan hingga ke Makam Sun Yat-sen di Nanjing.

Dalam dua tahun terakhir, nenek Jiang juga pernah berwisata ke Dongtou, Yongjia, Jinhua, dan Suzhou. Secara keseluruhan, ia telah mengunjungi lebih dari 20 kota.

Selain bangun pagi setelah tidur hingga puas, hal pertama yang dilakukan nenek Jiang setelah bangun dan membersihkan diri adalah minum segelas teh hijau. Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau bermanfaat bagi kesehatan otak serta dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular.

Mengenai kesehatan dan umur panjang ibunya, Yao Songping mengatakan bahwa hal tersebut terutama berkat “makan dengan baik, tidur dengan baik, dan minum segelas teh hijau setiap hari”. 

Namun, menurutnya, hal-hal itu hanyalah bagian kecil. Yang terpenting adalah sikap mental sang ibu yang sangat baik: tidak mudah marah, tidak suka mempermasalahkan hal-hal kecil, tidak menyimpan beban di hati.

 “Bisa dikatakan, ia menjalani hidup dengan sangat lapang dan bijaksana,” ujar Yao. (Hui)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rossoneri Selangkah Lagi Kudeta Inter, Media Italia Senggol Bos AC Milan untuk Bantu Massimiliano Allegri
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Industri Minta Kepastian Pasokan Gas Murah, Khawatir Produksi Terganggu
• 48 menit lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Jamin Sertifikat Tanah Korban Bencana di Sumatera Tetap Diakui dan Gratis Diurus Ulang
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Prilly Latuconsina Resmi Tinggalkan Sinemaku Pictures, Buka Babak Baru dalam Karier dan Karya
• 4 jam lalugrid.id
thumb
5 Kalimat yang Diucap Orang Pura-Pura Peduli
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.