Dari Qatar ke Amerika Utara: Evolusi Piala Dunia dan Dampak Ekonominya

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Piala Dunia FIFA 2026 menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini akan digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, serta diikuti 48 tim nasional, jumlah terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Langkah ini menunjukkan ambisi FIFA memperluas jangkauan sepak bola sekaligus meningkatkan dampak ekonomi dan audiens internasional.

Berdasarkan berbagai laporan olahraga, penambahan jumlah peserta memberikan peluang lebih luas bagi negara berkembang untuk tampil di level tertinggi. Data menunjukkan peningkatan slot bagi konfederasi Asia, Afrika, dan Amerika Tengah, kawasan yang sebelumnya memiliki keterbatasan representasi. Kebijakan ini dipandang strategis untuk mempercepat pertumbuhan sepak bola di wilayah non-tradisional.

Piala Dunia FIFA 2026 diproyeksikan memicu dampak ekonomi global yang signifikan, mencapai US$80,1 miliar. Laporan FIFA World Cup 2026 Socio-Economic Impact Analysis mengukur efek ekonomi langsung, tidak langsung, dan lanjutan dari turnamen.

Turnamen empat tahunan ini juga mencetak sejarah sebagai Piala Dunia pertama yang melibatkan 48 tim dengan total 104 pertandingan. Sebanyak 16 kota tuan rumah di tiga negara akan menjadi saksi perhelatan ini. Skala besar turnamen otomatis memperpanjang durasi, meningkatkan jumlah penonton, dan memacu aktivitas ekonomi lintas negara.

Selain itu, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global diproyeksikan mencapai US$40,9 miliar. Laporan tersebut juga menunjukkan sekitar 6,5 juta penonton diperkirakan hadir langsung selama turnamen, menjadi indikator utama perhitungan belanja pengunjung dan dampak ekonomi lanjutan.

Secara fiskal, Piala Dunia 2026 diperkirakan menyumbang pendapatan pemerintah global sekitar US$9,4 miliar dari pajak langsung dan tidak langsung yang terkumpul selama persiapan hingga pasca-turnamen. Dampak sosial juga disoroti melalui indikator Social Return on Investment (SROI) mencapai 3,64, yang menunjukkan setiap dolar investasi menghasilkan nilai sosial berlipat ganda.

Dengan berbagai proyeksi tersebut, Piala Dunia 2026 tidak hanya sekadar ajang olahraga global. Turnamen ini diharapkan menjadi katalisator ekonomi lintas negara yang dampaknya melampaui batas negara tuan rumah.

Sebagai perbandingan, Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar menjadi turnamen pertama diadakan di Timur Tengah dan diikuti 32 tim. Argentina meraih gelar ketiga setelah mengalahkan Prancis di final. Laporan Scientific Research Publishing (SCIRP) menyebut Qatar memperoleh dampak ekonomi substansial, termasuk US$10,5 miliar dari pariwisata dan US$1,8 miliar dari penciptaan lapangan kerja.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Makna Jeulamee (Mahar) yang Dihitung dengan Mayam dalam Adat Aceh
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat Banjir Jawa Tengah
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Video: Bersatu Dalam KUB, BPD Perkuat Modal dan Dorong Ekonomi Daerah
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ormas Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Parpol, Berharap Anies Baswedan Jadi Presiden RI
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Kepala BPH Migas Pergoki Truk Diduga Selewengkan BBM Subsidi di SPBU Lhokseumawe
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.