JAKARTA, DISWAY.ID– Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia telah mematangkan rencana perjalanan bagi 221.000 jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak 525 kelompok terbang (kloter) reguler akan diberangkatkan dalam dua gelombang dengan pola pergerakan yang berbeda guna memastikan kelancaran di Tanah Suci.
Kepala Biro Humas Kemenhaj Hasan Afandi menjelaskan bahwa pembagian masa pemberangkatan selama 30 hari merupakan aturan mutlak dari Pemerintah Arab Saudi bagi negara dengan kuota di atas 30.000 jemaah.
BACA JUGA:Kemenhaj Pastikan Embarkasi Yogyakarta dan Banten Operasional Mulai Musim Haji 2026 Ini
"Rencana awal kami selalu konsisten. Jemaah yang masuk melalui Madinah akan pulang dari Jeddah, begitu pula sebaliknya. Ini dilakukan agar pergerakan jemaah efektif dan tidak bolak-balik," ujarnya dalam orientasi Media Center Haji pada Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Diungkapkannya, jemaah Gelombang I dijadwalkan mulai terbang pada 22 April 2026 langsung menuju Bandara AMAA Madinah.
Mereka akan menetap selama 8 hingga 9 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain sebelum bergerak ke Makkah.
Karena masuk melalui Madinah, jemaah gelombang ini diperbolehkan mengenakan seragam batik saat keberangkatan dari tanah air dan baru mengenakan ihram saat akan berangkat umrah dari Madinah menuju Makkah.
Sebaliknya, Jemaah Gelombang II yang mulai diberangkatkan pada 7 Mei 2026 akan mendarat di Bandara KAIA Jeddah dan langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
BACA JUGA:Menjaga 'Rel' Ibadah, Strategi Besar Kemenhaj di Balik Operasional Haji 2026
"Khusus jemaah Gelombang II, kami meminta mereka sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi di tanah air. Di bandara Jeddah tidak ada waktu untuk berganti pakaian. Niat ihram dilakukan saat pesawat melintas di atas Yalamlam atau sesuai fatwa MUI saat tiba di bandara," lanjutnya.
Tahun ini, lanjut Hasan, operasional penerbangan dibagi antara dua maskapai besar.
Garuda Indonesia akan mengangkut 277 kloter dari 10 embarkasi, sementara Saudia Airlines melayani 248 kloter dari 6 embarkasi.
Selain embarkasi besar seperti Surabaya (SUB) dan Solo (SOC), Kemenhaj juga memberikan perhatian khusus pada penggunaan kode penerbangan untuk membedakan asal jemaah.
BACA JUGA:Jalan 5 KM Menjemput Hati Jemaah Haji, Tutup Pekan Pertama Diklat PPIH Arab Saudi 2026
- 1
- 2
- »





:strip_icc()/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)