Istana Respons Usulan E-Voting Pilkada, Sebut Perlu Kajian Mendalam

merahputih.com
1 jam lalu
Cover Berita

MerahPutih.com - Rencana pelaksanaan pemilihan umum berbasis sistem elektronik atau e-voting pada masa mendatang menuai reaksi dari pihak Istana Negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, wacana itu harus dikaji sebelum diterapkan.

"Kajian menurut kami harus, siapa pun itu. Pemerintah, DPR, teman-teman akademisi yang memiliki keilmuan dalam sistem kepemiluan," kata Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/1).

Pras juga menekankan sistem yang dianut negara lain belum tentu cocok diterapkan di Indonesia.

Baca juga:

Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat

Ketua DPP Partai Gerindra itu menyebutkan, setiap usulan akan dikaji dan diputuskan sesuai budaya Indonesia.

"Karena masing-masing negara punya sistem yang kemudian tidak selalu sistem negara lain itu lebih baik atau cocok diterapkan di negara kita," kata Prasetyo.

Sebelumnya, PDIP menegaskan sikap mendukung pilkada tetap digelar secara langsung. PDIP memberikan usulan penerapan sistem e-voting untuk menekan biaya mahal dalam pilkada.

Keputusan ini diambil dalam Rakernas PDIP yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Senin (12/1). Hasil rakernas dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham.

Baca juga:

Dasco Janji Tidak Buru Buru Bahas Revisi UU Pilkada, Fokus ke UU Pemilu

PDIP menilai, pilkada langsung penting untuk memperkuat legitimasi kepemimpinan daerah.

Selain itu, hal ini disebut demi memberikan kepastian masa jabatan kepala daerah yang bersifat tetap selama lima tahun. (knu)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Partai Baru Langsung Dukung Capres, Fenomena Early Booking Jelang 2029
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Pemerintah Jamin Sertifikat Tanah Korban Bencana di Sumatera Tetap Diakui dan Gratis Diurus Ulang
• 55 menit lalupantau.com
thumb
Lawan Pramono dan KDM, KSPI Bakal Ajukan Gugatan Kebijakan Upah Jakarta dan Jawa Barat ke PTUN
• 10 jam lalusuara.com
thumb
KNKT Sebut Pesawat Menjadi Serpihan, Karena Tabrak Lereng Bulusaraung
• 12 jam lalugenpi.co
thumb
Dua Korban Gas CO2 di Area Antam Pongkor Dievakuasi, Empat Orang Masih Terjebak
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.